Keamanan Ketat Sambut Piala Dunia 2026 Kansas

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Kansas, USA

Penyelenggara fokus pada keseimbangan antara pengawasan masif dan kenyamanan bagi ratusan ribu pengunjung internasional. 

Persiapan menuju Piala Dunia FIFA 2026 memasuki babak baru yang krusial. 

Pejabat keamanan tertinggi FIFA bersama pemerintah daerah kini tengah merumuskan strategi pengamanan skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Kepala Keamanan FIFA, G.B. Jones, menegaskan bahwa penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara dengan total 104 pertandingan menuntut perubahan paradigma total. 

Di Kansas City, yang dijadwalkan menggelar enam pertandingan, fokus keamanan tidak hanya pada perlindungan fisik, tetapi juga pada aspek pelayanan pengunjung.

"Ini adalah ajang olahraga paling signifikan dalam sejarah," ujar Jones dalam pertemuan di Colorado Springs dikutip Rabu 28 Januari 2026.

Ia menekankan pentingnya "berpikir lebih besar dan lebih berani" dengan melibatkan lebih dari 50 instansi federal dan lokal.

Keamanan dan Keramahtamahan 

Meskipun pengamanan akan diperketat melalui kerja sama lintas instansi yang didukung dana jutaan dolar, penyelenggara berkomitmen menjaga suasana tetap kondusif.

CEO KC2026, Pam Kramer, menyatakan bahwa tujuan utama adalah menciptakan pengalaman yang "penuh kegembiraan" bagi sekitar 650.000 wisatawan yang diperkirakan akan memadati wilayah tersebut.

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul tantangan terkait persepsi internasional. 

Isu mengenai taktik penegakan hukum imigrasi federal yang belakangan menjadi sorotan publik turut membayangi persiapan.

Hal ini memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kenyamanan tamu mancanegara.

Tantangan di Tingkat Lokal 

Wali Kota Kansas City, Quinton Lucas, secara terbuka menyuarakan pentingnya menjaga citra kota yang inklusif. Ia berharap agar koordinasi keamanan tetap berjalan dalam koridor yang menghormati hak asasi manusia, guna memastikan tidak ada pengunjung yang merasa terancam.

"Saya menghormati hukum negara kita, namun saya juga mengkhawatirkan politik ketakutan yang membuat sebagian orang merasa tidak diterima di Kansas City," ungkap Lucas kepada The Star. 

Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan para pengunjung "merasa aman, terlindungi, dan tidak merasa terancam di jalanan."

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, seluruh personel kepolisian KCPD yang berjumlah sekitar 1.150 anggota akan disiagakan penuh.

Selain itu, Gubernur Missouri, Mike Kehoe, juga mengisyaratkan pengerahan Garda Nasional serta dukungan dana hibah dari Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) senilai hampir 60 juta dolar AS untuk sektor keamanan.

Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi momen persatuan global. 

"Dunia harus terwakili di sini. Kita akan berhenti sejenak selama beberapa minggu di musim panas untuk menikmati permainan yang indah ini," pungkas Lucas.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belum Bisa Pulang? Mensos Jamin Tenda dan Dapur Umum Pengungsi Sumatera Terus Beroperasi
• 20 jam lalumatamata.com
thumb
Merger 3 Subholding Hilir Pertamina Ditarget Rampung 1 Februari 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Banjir 1 Meter Lebih Masih Rendam Kampung Melayu Jakarta Timur Kamis Pagi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Berhasil Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun hingga Tahun 2025
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.