Indramayu: Sebanyak 206 warga Desa Tambak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengungsi akibat banjir. Mereka melakukan evakuasi mandiri dan didampingi tim petugas gabungan, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis, 29 Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi pengungsian di tiga titik. “Evakuasi mandiri dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya dalam laporan yang diterima di Jakarta seperti dilansir Antara.
Ratusan warga tersebut merupakan bagian dari total 2.724 warga yang terdampak banjir. Bencana ini dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Indramayu dan beberapa daerah lain di Jawa Barat sejak Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga :
Waspada! Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulbar Sepekan ke Depan
Abdul memastikan meski banjir sudah mulai surut dengan ketinggian air 30-90 sentimeter, penanganan tetap maksimal. Fokusnya pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti bantuan logistik pangan, perlengkapan pengungsian, dan normalisasi saluran drainase.
“Tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya,” cetus Abdul.
Ilustrasi Medcom.id



