VIVA – Struktur pasar otomotif nasional sepanjang 2025 memperlihatkan pola yang relatif stabil meski menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan preferensi konsumen. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Astra Group menguasai 51,3 persen pasar mobil ritel nasional.
Dominasi tersebut tidak bertumpu pada satu merek atau satu segmen tertentu. Kinerja Astra terbentuk dari kontribusi kendaraan penumpang mass market, kendaraan niaga, hingga segmen premium.
Segmen kendaraan penumpang mass market menjadi penyumbang volume terbesar. Dikutip VIVA Otomotif dari keterangan reamo OLX, Kamis 29 Januari 2026, Toyota memimpin pasar dengan pangsa 31,2 persen, ditopang karakter produk yang mengutamakan ketahanan mesin dan kemudahan perawatan.
Pendekatan teknis Toyota membuat produknya tetap relevan untuk penggunaan harian. Faktor tersebut juga berdampak pada kuatnya permintaan Toyota di pasar mobil bekas.
Kontribusi besar lainnya datang dari Daihatsu dengan pangsa 16,3 persen. Fokus pada LCGC dan low MPV menjaga daya saing Daihatsu di tengah tekanan biaya kepemilikan.
Kombinasi Toyota dan Daihatsu membentuk fondasi utama dominasi Astra di pasar ritel. Volume penjualan yang besar memastikan pasokan unit yang stabil ke pasar mobil bekas, sehingga likuiditas tetap terjaga.
Di segmen kendaraan niaga, Isuzu mencatat pangsa 3,1 persen sepanjang 2025. Mesin diesel bertorsi besar dan konstruksi sasis yang kuat membuat Isuzu tetap relevan di sektor logistik dan distribusi.
Sementara itu, UD Trucks berkontribusi 0,2 persen dengan fokus pada truk berat. Segmen ini lebih menekankan efisiensi operasional dan daya tahan jangka panjang dibandingkan volume penjualan.
Astra juga hadir di segmen kendaraan premium melalui BMW dan Lexus. Meski masing-masing hanya mencatat pangsa 0,2 persen, perannya penting dari sisi teknologi dan positioning merek.
Di pasar seken, harga mobil Lexus dikenal memiliki stabilitas yang relatif baik dibandingkan merek premium lain. Tingkat depresiasi yang lebih terkendali menunjukkan konsumen masih memprioritaskan durabilitas dan kenyamanan jangka panjang.
Di luar Astra, persaingan datang dari Mitsubishi Motors dengan 8,9 persen, disusul Suzuki 8,3 persen dan Honda 7,0 persen. Ketiganya mengisi ceruk berbeda dengan pendekatan produk yang lebih spesifik.





