Wamen Haji Tegaskan Petugas Wajib Tanggalkan Identitas Jabatan Saat Bertugas di Tanah Suci

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh petugas haji Indonesia wajib menanggalkan identitas jabatan dan profesi masing-masing selama bertugas di Tanah Suci.

Menurutnya, amanah sebagai petugas haji merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan sepenuh hati, baik sebagai bentuk pengabdian kepada jamaah maupun kepada negara.

"Oleh sebab itu, apapun profesi anda apakah dosen, ASN, reporter, anchor, mungkin pejabat, mungkin pengusaha, polisi, tentara, jaksa, dan sebagainya Itu semuanya nanti hilang. Kita akan bersama-sama di Tanah Haram Itu bertugas sebagai petugas haji," ungkapnya.

Semua Profesi Harus Dilepaskan Selama Bertugas

Dahnil menekankan bahwa di Tanah Haram, seluruh latar belakang profesi harus dilepaskan demi keseragaman dan kekompakan tugas.

Ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan antar petugas haji.

Dalam masa diklat, menurut Dahnil, para peserta telah dibentuk menjadi satu keluarga besar, termasuk para instruktur yang dianggap sebagai orang tua dan kakak.

"Lihat kanan kiri, lihat belakang, lihat depan. Inilah saudara-saudara anda. Ini sudah menjadi keluarga anda," ia mengungkapkan.

Dahnil juga menyatakan bahwa suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2026 sangat bergantung pada kinerja dan dedikasi seluruh petugas haji.

"Suksesnya penyelenggaraan haji 2026 ada di tangan saudara-saudara sekalian," tegasnya.

Seleksi Ketat Petugas, Enam Peserta Diklat Digugurkan

Dahnil menambahkan bahwa tidak semua peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 otomatis lolos menjadi petugas.

Menjelang penutupan diklat, enam peserta dinyatakan gugur dan harus dipulangkan karena berbagai alasan, termasuk masalah kesehatan dan indisipliner.

Ia memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan tidak memandang jabatan atau latar belakang peserta.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan peserta gugur adalah kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil pemeriksaan ulang.

"Ada yang ternyata hasil MCU-nya menunjukkan penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kami tidak mungkin mengambil risiko dengan memberangkatkan mereka. Rekomendasi dokter menyatakan tidak layak, maka dengan berat hati harus dicopot," jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dolar Tertekan Ketidakpastian Kebijakan dan Isu Indepedensi The Fed AS
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tiongkok Eksekusi 11 Anggota Sindikat Online Scam Berbasis di Myanmar
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Didi Riyadi Ziarah ke Makam Lucky Widja, Curhat Panjang di Depan sang Sahabat
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Resmi Pakai Jaket Putih, Mantan Bos NasDem Sulsel Rusdi Masse Jadi Kader PSI
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Podium Media Indonesia: Kejar Jambret Dikejar Pasal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.