Penulis: M. Ramadan
TVRINews, Anambas
Sebanyak 48 pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup di area Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, kini tengah menanti kepastian dari pemerintah.
Pasalnya, hingga saat ini mereka belum memiliki lokasi berjualan yang layak, sehingga terpaksa harus menghadapi cuaca ekstrem demi mencari nafkah, Kamis, 29 Januari 2026.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Setiap kali kapal sandar, para pedagang ini harus bertaruh dengan cuaca.
Jika hujan turun, puluhan pedagang beserta barang dagangannya dipastikan basah kuyup karena ketiadaan atap pelindung. Sebaliknya, saat cuaca terik, mereka harus bertahan di bawah panas matahari yang menyengat di sepanjang dermaga.
Masalah utama yang dihadapi para pedagang dan penumpang adalah letak ruang tunggu atau terminal pelabuhan yang dianggap terlalu jauh dari dermaga tempat kapal bersandar.
Hal ini membuat terminal tersebut tidak berfungsi efektif sebagai tempat berteduh sementara bagi warga yang sedang beraktivitas di pelabuhan.
Ketidakteraturan ini tidak hanya menyulitkan pedagang, tetapi juga membuat kenyamanan penumpang kapal yang datang maupun berangkat menjadi terganggu.
Salah seorang pedagang, Jaka Safi’i, menyuarakan keresahan rekan-rekannya yang sudah bertahun-tahun berjualan tanpa kepastian tempat.
Ia sangat berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemda Anambas segera turun tangan untuk membenahi infrastruktur di pelabuhan tersebut.
"Kami hanya ingin lokasi yang pasti dan layak. Saat ini kondisinya memprihatinkan, kalau hujan kami kehujanan, kalau panas kepanasan. Kami berharap pemerintah provinsi dan daerah segera membangun tempat bagi pedagang dan penumpang untuk berteduh agar aktivitas ekonomi di sini bisa berjalan lancar tanpa hambatan cuaca," ujar Jaka Safi’i.
Mirisnya, persoalan ketiadaan lokasi jualan ini dikabarkan telah berlangsung sejak Pelabuhan Letung pertama kali didirikan. Selama bertahun-tahun, geliat ekonomi UMKM di pelabuhan ini berjalan secara swadaya tanpa sentuhan fasilitas penunjang yang memadai dari instansi terkait.
Warga dan pedagang berharap pembangunan infrastruktur pelabuhan tidak hanya fokus pada dermaga saja, tetapi juga memperhatikan sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Adanya fasilitas tenda atau pujasera yang terintegrasi dengan dermaga diyakini menjadi solusi tepat agar wajah Pelabuhan Letung menjadi lebih tertata dan ramah bagi pelaku UMKM.
Sementara itu instansi terkait yang membidangi tentang pelabuhan Letung belum bisa dimintai keterangannya untuk mengetahui apa kendala hingga saat ini atas ketiadaannya fasilitas lokasi jualan untuk puluhan pedagang demi meningkatkan ekonomi di sektor UMKM.
Editor: Redaktur TVRINews



