Bandung, VIVA – Persib Bandung akan melanjutkan kiprahnya di Super League 2025/26 dengan bertandang ke markas Persis Solo tanpa membawa kekuatan penuh. Salah satu sorotan jelang laga pekan ke-19 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu 31 Januari 2026, adalah absennya pemain anyar berlabel bintang, Layvin Kurzawa.
Keputusan ini bukan semata soal teknis pertandingan, melainkan bagian dari pengelolaan risiko jangka menengah yang tengah dijalankan pelatih Persib, Bojan Hodak, di tengah padatnya agenda kompetisi.
Kurzawa sejatinya sudah bergabung dalam latihan rutin Persib. Bek kiri berpengalaman tersebut bahkan terlihat mengikuti sesi latihan di Lapangan Pendamping GBLA, Rabu 28 Januari 2026. Namun, Hodak memilih tidak memasukkan namanya dalam daftar pemain yang dibawa ke Solo.
- Instagram @persib
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa Kurzawa masih membutuhkan waktu adaptasi, baik dari sisi kebugaran maupun pemahaman terhadap ritme permainan tim. Ia menilai, keputusan memaksakan pemain yang baru datang justru berpotensi menghadirkan risiko cedera.
“(Kurzawa) tidak dibawa karena harus berlatih. Tidak bisa hanya datang lalu bermain. Mereka bisa cedera jika melakukan itu,” kata Bojan Hodak, dikutip dari laman resmi klub.
Selain faktor adaptasi, kondisi fisik Kurzawa juga menjadi pertimbangan utama. Perjalanan panjang menuju Indonesia membuat sang pemain dinilai belum berada pada kondisi ideal untuk langsung tampil dalam laga kompetitif.
Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian Persib dalam mengelola pemain baru, terutama mereka yang datang dari luar negeri dan belum terbiasa dengan iklim, jadwal, serta intensitas kompetisi domestik.
Di sisi lain, Hodak juga masih menunggu kedatangan satu rekrutan anyar lainnya, Dion Markx. Bek Timnas U-23 Indonesia itu belum bisa langsung bergabung karena baru akan tiba di Tanah Air dalam beberapa hari ke depan.
- Instagram @persib
Situasi ini membuat Persib harus memaksimalkan komposisi pemain yang sudah tersedia untuk menghadapi Persis Solo. Meski demikian, absennya pemain anyar tidak serta-merta mengubah pendekatan Persib dalam pertandingan tandang tersebut.
Bagi Persib, laga di Manahan tetap krusial dalam menjaga konsistensi performa di papan klasemen. Namun, keputusan menyimpan Kurzawa menunjukkan bahwa klub tidak hanya berpikir soal satu pertandingan, melainkan kesinambungan tim hingga akhir musim.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/1867601/original/050505900_1517833019-Pintu-Air-Manggarai.jpg)

