Dolar AS Akhirnya Bangkit Menguat setelah Fed Tahan Suku Bunga

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan, setelah berhari-hari terus melemah. Mata uang Negeri Paman Sam itu mempertahankan kenaikannya terhadap euro dan yen setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga.
 
Inflasi yang masih tinggi di samping pertumbuhan ekonomi yang solid menjadi alasan Fed mempertahankan suku bunga. Bank Sentral AS itu juga memberikan sedikit indikasi dalam pernyataan kebijakan terbarunya tentang kapan biaya pinjaman mungkin akan turun lagi.
 
Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 29 Januari 2026, indeks dolar, yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya, naik 0,8 persen menjadi 96,667.
 
Indeks tersebut sempat merosot hingga 95,86 pada perdagangan Selasa, level terlemahnya sejak Februari 2022, setelah Presiden AS Donald Trump mengabaikan penurunan bulan ini, yang semakin memperkuat posisi bearish dolar.
 
Sementara itu, euro turun satu persen terhadap dolar AS menjadi USD1,19163. Dis sisi lain, dolar AS naik sebanyak 1,1 persen terhadap yen AS menjadi 153,90 yen.
 
Dolar telah berada di bawah tekanan karena beberapa faktor: ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve yang berkelanjutan, ketidakpastian tarif, volatilitas kebijakan termasuk ancaman terhadap independensi Fed dan meningkatnya defisit fiskal, yang semuanya telah mengikis kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi AS.
  Baca juga: Ogah 'Nurut' Trump, Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,50-3,75%

(Dolar AS. Foto: Freepik)
  Fed tahan suku bunga di level 3,50-3,75%  
Sebelumnya, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level 3,50 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan kebijakan pertamanya di 2026. Keputusan ini diambil setelah tiga kali penurunan suku bunga berturut-turut pada paruh kedua 2025.
 
"Indikator yang tersedia menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah, dan tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi. Inflasi tetap agak tinggi," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan.
 
"Untuk mendukung tujuannya, Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 3,30 persen hingga 3,75 persen. Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga dana federal, Komite akan dengan cermat menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko," sambung pernyataan Komite.
 
FOMC menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target dua persen. Dari 12 anggota FOMC, 10 anggota memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.
 
Stephen Miran dan Christopher Waller memilih menentang tindakan tersebut. Mereka justru lebih memilih untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Lantik 36 Pejabat Tinggi Kemenkeu, Perombakan Besar-besaran DJBC Dimulai
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Berulang Kali Pelat Besi JPO Daan Mogot di Jakbar Dicuri
• 16 jam laludetik.com
thumb
Panik Dirazia, 5 WN Nigeria Sindikat Love Scamming Sembunyi di Toren Air
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan
• 18 jam lalutheasianparent.com
thumb
DPR Minta Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.