Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Afrika CAF resmi menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pemain, pelatih, hingga federasi usai insiden kontroversial di final Piala Afrika antara Senegal melawan Maroko.
Keputusan ini dikeluarkan CAF menyusul gelaran final penuh insiden yang diwarnai protes, walk-off hingga perilaku tidak sportif yang mengundang sorotan luas dunia sepak bola.
Dilansir dari laman ESPN, salah satu yang menjadi sorotan utama adalah hukuman kepada bek timnas Maroko dan kapten tim, Achraf Hakimi. CAF menjatuhkan larangan bermain dua pertandingan resmi CAF kepada Achraf Hakimi atas perilaku tidak sportifnya saat mencoba melepas handuk di pinggir lapangan yang digunakan penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy, dalam kondisi hujan deras.
Selain Achraf Hakimi, rekannya Ismael Saibari juga mendapatkan sanksi larangan tampil selama tiga pertandingan CAF karena perilaku yang sama selama laga final.
Ismael Saibari bahkan harus membayar denda 100 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,6 miliar.
Tak hanya dari kubu tuan rumah, Senegal sebagai juara Piala Afrika tak lepas dari hukuman CAF.
Drama walkout di final Piala Afrika juga berdampak serius pada kubu Senegal. Pelatih Timnas Senegal, Pepe Thiaw dihukum skorsing lima pertandingan resmi di bawah CAF karena “perilaku tidak sportif”.
Dia terbukti bersalah karena memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Ia juga diganjar denda 100 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,6 miliar.
Tak hanya itu, federasi sepak bola Senegal jugaa didendaa sebesar 615 ribu dolar AS atau setara dengan Rp9,8 miliar yang mencakup denda atas perilaku suporter, sikap pemain serta staf tim yang dianggap merusak nama baik kompetisi.
Dua pemain Senegal, Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr, masing-masing juga diskors dua pertandingan CAF akibat perilaku tidak sportif terhadap wasit.
Federasi Sepak Bola Maroko juga tidak luput dari sanksi. CAF menjatuhkan denda sejumlah 315 ribu dolar AS aatau sekitar Rp5 miliar terkait beberapa pelanggaran seperti iperilaku ball boys yang tidak pantas, gangguan staf tim dan pemain di area VAR, serta penggunaan laser oleh suporter selama pertandingan.


