DEPOK, KOMPAS.com - Narsumi, produsen es gabus di Pancoran Mas, Kota Depok, mengungkap proses dan bahan-bahan pembuatan jajanan tersebut.
Setiap hari, ia memproduksi es gabus bersama seorang anggota keluarganya untuk sekitar lima pedagang.
Proses memasak yang dibutuhkan juga bisa hampir seharian karena harus mengaduk, membuat adonan, merebus air, mencetak, dibekukan, hingga membungkus ke plastik.
"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada. Cuma ya ini membantu orang saja yang menganggur saja, kasihan," ujar Narsumi saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Es Gabus Dituding dari Busa, Produsen: Spons Lebih Mahal dari Sagu Aren!
"Waduh (membuat es gabus) melebihi mengurus bayi. Bayi mah pas sudah mandi ya udah. Kalau itu (es gabus) mah Ya Allah pegal banget," tambah dia.
Disebutkan, harga satuan es gabus yang dijual Narsumi ke pedagang termasuk Suderajat yaitu Rp 500.
Sementara salah satu bahan utama pembuatan es gabus ada pada sagu aren.
"Pembuatannya dari sagu aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Sudah kayak gitu saja," jelas Narsumi.
Oleh karena itu, ia membantah tudingan aparat yang menyebut es gabus buatannya mengandung spons karena modalnya tidak sebesar yang dibayangkan.
"Enggak ada lah (spons), sponsnya lebih mahal daripada sagu aren," lanjut dia.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di pabrik rumahan es gabus, tampilan luar berbentuk rumah kontrakan bercat biru tua.
Pagar besi rumahnya terlihat dibuka, menunjukkan terdapat sejumlah barang dan perabotan untuk produksi es gabus di teras rumah.
Baca juga: Penampakan Pabrik Es Gabus yang Jadi Pemasok Suderajat, Produksinya “Capek Setengah Mati”
KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Cetakan es gabus di pabrik rumahan tempat distributor Suderajat (49), pedagang yang dituduh aparat, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).
Salah satunya baskom berisi cetakan es berbahan plastik dengan variasi warna berbeda. Lalu, terlihat sebuah keranjang persegi yang disusun menumpuk di sisi depan pintu masuk.
Sekitar 2-3 tas boks kosong yang nantinya bisa diisi es gabus atau es kue juga terlihat disusun di atas meja kayu.