Bisnis.com, SURABAYA – Jelang perayaan Imlek dan datangnya bulan Ramadan, stok pangan di Surabaya berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah kota pun mengimbau masyarakat agar dapat tenang karena harga bahan pangan stabil dan distribusi yang terkendali.
Kondisi tersebut diperkuat dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya 2025 yang mencapai angka 73,28. Hal tersebut menandakan ketahanan pangan Kota Pahlawan berada pada kategori baik dan relatif stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Antiek Sugiharti menyatakan pihaknya senantiasa gencar meningkatkan pemantauan secara intensif di seluruh pasar tradisional maupun jalur distribusi utama. Langkah tersebut ditempuh guna mengantisipasi lonjakan harga dan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan.
"Hingga saat ini stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Pemantauan kami lakukan secara rutin di pasar-pasar untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga," ujar Antiek, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan data pemantauan harga terkini, sejumlah komoditas utama terpantau stabil tanpa mengalami kenaikan signifikan. Harga beras premium berada pada kisaran Rp15.416 per kilogram, beras medium Rp12.666 per kilogram, dan gula kristal putih Rp16.833 per kilogram.
Sementara itu, komoditas protein hewani seperti daging sapi paha belakang juga stabil pada kisaran Rp115.000 per kilogram.
Baca Juga
- Prabowo Soroti Kesiapan Stok BBM & Harga Bahan Pokok Jelang Nataru
- Mendag Beberkan Kondisi dan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru
- Kolaborasi BPS dan Kemendag Susun IPH Mampu Jaga Harga Bahan Pokok
Sementara itu, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan tipis. Harga daging ayam ras tercatat Rp36.250 per kilogram, daging ayam kampung Rp65.833 per ekor, telur ayam ras Rp27.583 per kilogram, dan telur ayam kampung stabil Rp46.133 per kilogram.
Antiek mengungkapkan stabilitas harga tersebut adalah hasil dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan. Bila terjadi indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar akan digelar di berbagai titik vital.
“Kami telah menyiapkan langkah intervensi. Bila permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera terjun dengan dengan berbagai stakeholder untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi intensif juga dijalin dengan para pengelola pasar tradisional, distributor, serta perangkat daerah terkait guna memastikan pasokan dan distribusi bahan pangan berjalan baik hingga ke tangan konsumen.
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Surabaya pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Stok pangan masih tersedia dan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi,” pungkasnya.




