Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengungkapkan proses awal pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat.
"Groundbreaking pabrik mandiri kami mulai dibangun tahun ini, tapi kami belum bisa kasih tahu lokasi dan tanggal pastinya," ujar Budi pada Rabu (28-1-2026) di Semarang Jawa Tengah.
Budi memperkirakan proses pembangunan fasilitas produksi tersebut akan memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 tahun. Dengan estimasi tersebut, operasional pabrik diproyeksikan dapat dimulai pada 2027 atau paling lambat 2028. Baca Juga:
Mesin Mobil Terendam Banjir, Apa yang Harus Dicek?
Sebelumnya, Presiden Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, juga menegaskan komitmen perusahaan untuk memiliki fasilitas produksi sendiri di Tanah Air.
“Untuk pabrik di Indonesia, kami akan mulai ground breaking tahun ini. Sehingga harapannya bisa segera selesai dan beroperasi," tegas Zheng Shuo di Kelapa Gading beberapa waktu lalu.
Pabrik tersebut direncanakan akan memproduksi seluruh merek yang berada di bawah naungan Chery Group. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi, mempercepat ketersediaan unit, serta mendukung pertumbuhan penjualan di Indonesia.
Namun demikian, manajemen membuka kemungkinan kolaborasi produksi dengan pihak lain apabila kapasitas pabrik tidak mencukupi kebutuhan pasar. Baca Juga:
10 Negara Terbesar Pengimpor Mobil dari China, Indonesia Termasuk!
“Tapi bukan berarti semua unit akan diproduksi di pabrik tersebut. Karena ada kemungkinan kebutuhan produksi lebih besar dari kapasitas sehingga masih memerlukan kerja sama dengan perusahaan lain,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




