Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 1 Pundong mengikuti pelatihan tanggap bencana gempa bumi yang digelar InJourney Destination Management melalui program InJourney Community Care, Rabu (28/1), di SMA N 1 Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian refleksi 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta 27 Mei 2006.
Secara keseluruhan, program pelatihan tanggap bencana ini melibatkan 1.000 siswa dari 10 SMA yang tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sleman. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi InJourney Destination Management dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, serta melibatkan Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) di masing-masing sekolah.
SMA N 1 Pundong dipilih sebagai salah satu lokasi pelatihan karena merupakan sekolah yang terdampak Gempa Jogja 2006. Operation Group Head InJourney Destination Management, Leonardus Adityo Nugroho, menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana gempa bumi di wilayah DIY.
“Kita berharap siswa-siswi yang ada di SMA N 1 Pundong pada khususnya dan siswa-siswi yang di DIY pada pada umumnya, itu memahami dan dapat memitigasi apabila terjadinya kedaruratan ataupun kedaruratan gempa bumi yang kerap terjadi di DIY atau di Jogja ini,” kata Leo, Rabu (28/1).
Ia juga menyebut kegiatan pelatihan tanggap bencana ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan.
“Kita berharap kegiatan ini akan akan menjadi hal rutin,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti pembelajaran intensif yang disertai praktik simulasi penanganan darurat dengan skenario yang dibuat menyerupai kondisi kejadian sebenarnya. Materi pelatihan mencakup pemahaman ancaman gempa bumi akibat aktivitas Sesar Opak serta potensi gempa megathrust yang berisiko berdampak pada wilayah selatan Pulau Jawa.
Koordinator Pimpinan Harian Sekber SPAB DIY, Budi Santoso, menekankan pentingnya kesiapsiagaan siswa mengingat lokasi sekolah yang berada dekat dengan sumber ancaman gempa.
“Sekolah ini kan termasuk sekolah yang dulu terdampak gempa bumi tahun 2006 dan tidak jauh dari potensi ancaman gempa, sesar opak dan itu Pusat Gempa ya, dulu di Pundong,” kata Budi, Rabu (28/1).
“Sehingga sangat relevan ketika kemudian 20 tahun gempa bumi 2006 itu kita mencoba merefleksi, me-review lagi ingatan kita terkait dengan gempa saat itu agar anak-anak ini menjadi anak-anak yang lebih siap dan siaga menghadapi ancaman gempa bumi,” tambahnya.
Hasil pelatihan ini akan dievaluasi bersama sebagai dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan di lingkungan sekolah. Siswa yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen tangguh bencana dan menyebarkan pengetahuan keselamatan kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, perwakilan Sekber SPAB DIY, Panji, menyebut kegiatan ini sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko dan jumlah korban saat bencana terjadi.
“Kita tidak berharap ada bencana tetapi kondisi alam di Indonesia itu selalu memungkinkan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” ungkap Panji, Rabu (28/1).
“Dengan pengetahuan, pengalaman, dan juga keterampilan yang dimiliki, harapannya ini bisa mengurangi resiko jatuhnya korban, korban jiwa karena satu nyawa tidak bisa kita gantikan dengan apapun itu,” tutupnya.
Salah satu peserta pelatihan, Alma, siswi SMA N 1 Pundong, mengaku pelatihan tersebut membantunya memahami pentingnya tetap tenang saat gempa terjadi dan mengambil langkah penyelamatan diri yang tepat.
“Kita nggak boleh panik saat gempa terjadi, tadi kita harus tenang terlebih dahulu terus memikirkan gimana langkah selanjutnya setelah terjadi gempa,” kata Alma, Rabu (28/1).
Ia juga menjelaskan praktik penyelamatan diri yang dilakukan saat simulasi berlangsung.
“Seperti kita langsung apa tuh bersembunyi di bawah kolong meja untuk menyelamatkan kepala kita dan kepala kita tuh harus terlindungi seperti itu,” jelasnya.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F05%2F21%2F0121d39ce0112c1d40030ce52fcfba17-20250521WEN12.jpg)
