Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah daerah.
Dengan dinamika cuaca yang cepat berubah, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan menyiapkan langkah antisipatif sejak dini demi melindungi keselamatan diri, keluarga, serta aset yang dimiliki.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah Indonesia pada tanggal 24 Januari 2026. Peringatan ini terbagi dalam beberapa level kesiagaan, mulai dari Waspada dengan intensitas hujan sedang hingga lebat, Siaga dengan intensitas hujan lebat hingga sangat lebat, serta Awas dengan intensitas hujan sangat lebat hingga ekstrem. Baca Juga:
Catat! Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Oli Mesin
Beberapa di antara wilayahnya adalah Jakarta, Jawa Tengah, Barat, dan Timur, Lampung, Yogyakarta, Bali, Sumatra, Bengkulu, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB dan NTT. Selain hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan debit sungai menjadi faktor utama penyebab banjir.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, sangat disarankan untuk memantau ketinggian air secara berkala. Dengan memantau secara langsung, masyarakat dapat mengambil keputusan lebih cepat apabila terjadi kenaikan air yang berpotensi membahayakan untuk willayah Jakarta dan sekitarnya.
Lalu juga bisa mengetahui secara langsung informasi terbaru mengenai kondisi pintu air dan tinggi muka air sungai dapat diakses secara mandiri melalui situs resmi: https://poskobanjir.dsdadki.web.id/. Agar tetap siaga menghadapi risiko banjir, berikut beberapa langkah antisipatif yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak dan menjaga keselamatan. 1. Pantau Informasi Resmi Pastikan selalu mengikuti pembaruan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta informasi lalu lintas dan evakuasi di sekitar wilayah tempat tinggal. Simpan nomor darurat berikut untuk antisipasi:
-Ambulans: 119
-Pemadam Kebakaran: 113
-SAR / BASARNAS: 115
-Posko Bencana Alam: 129
-BNPB: 117
-Garda Akses 24 Jam: 1500112 atau Whatsapp Garda Akses 08950 1 500 112 Baca Juga:
Mesin Mobil Terendam Banjir, Apa yang Harus Dicek? 2. Siapkan Tas Darurat Siapkan tas darurat berisikan barang yang dapat digunakan apabila harus mengungsi. Beberapa perlengkapan yang sebaiknya disiapkan antara lain air mineral, makanan tahan lama, perlengkapan mandi, selimut, pakaian hangat, obat-obatan dan perlengkapan P3K, pribadi, senter, serta dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air. 3. Amankan Rumah Amankan perabotan rumah tangga, terutama barang-barang yang berada di luar ruangan atau yang berhubungan dengan aliran listrik, ke tempat lebih strategis atau tinggi di dalam rumah jika memungkinkan. 4. Kenali Rute Evakuasi Pahami jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang telah ditentukan sehingga dapar bergerak lebih cepat dan terarah saat kondisi darurat seperti banjir terjadi untuk memastikan keselamatan diri maupun keluarga terjamin. 5. Evakuasi Kendaraan Jika memungkinkan, kendaraan sebaiknya segera dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Apabila tidak sempat dievakuasi, pemilik kendaraan dapat mencabut kabel aki untuk mencegah korsleting, memastikan seluruh pintu tertutup rapat, serta mengeluarkan barang berharga dari dalam kabin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




