Bali Siaga Hadapi Virus Nipah, 3 RS Jadi Rujukan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kesehatan atau Dinkes Bali sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini di tengah munculnya kasus virus Nipah di India.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan, ada tiga rumah sakit yang dijadikan rujukan utama apabila ada pasien dicurigai tertular virus Nipah.

Yakni, RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, RSUD Wangaya, dan RSUP Tabanan. RS ini telah disiapkan sebagai pusat rujukan sejak pandemi COVID-19.

"Sebenarnya kita sudah siapkan untuk rujukan, pusat rujukan tentu Rumah Sakit Prof Ngoerah. Kemudian kalau di daerah barat itu Rumah Sakit Tabanan, kemudian daerah timur Rumah Sakit Wangaya. Itu sebenarnya yang kita siapkan," kata Susanti di Gedung Dinkes Bali, Kamis (29/1).

Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas dan klinik telah diinstruksikan untuk meningkatkan surveilans atau melakukan pemeriksaan atau rujukan lebih lanjut.

Apabila ada pasien diduga mengidap virus Nipah, dokter akan melakukan isolasi dan memberikan penanganan sesuai sakit yang diderita pasien. Dokter juga akan mengirim sampel toraks ke Kemenkes untuk diuji, memastikan pasien positif atau negatif tertular virus Nipah.

"Kalau kita lihat di Bali dengan 120 puskesmas, masing-masing sudah ada RSUD, kemudian rumah sakit suasana juga siap dengan ruang isolasi dan tenaganya. Kami yakin semua siap," jelas Susanti.

"Karena virus ini mungkin tidak ada obat khusus, masih [belum ada], ya. Mungkin dengan [mengobati] gejala yang ada sesuai dengan pasiennya. Saya yakin semua faskes siap karena kita sudah belajar dari COVID-19, semua faskes sudah disiapkan," sambungnya.

Jumlah Turis India ke Bali 500 Ribu

Virus Nipah menyebar di India pada awal tahun 2026 utamanya di Benggala Barat. Sementara itu, BPS Bali mencatat turis India menempati posisi nomor dua paling banyak berkunjung ke Pulau Dewata sepanjang Januari-November 2025, yakni 511.916 orang.

Posisi pertama ditempati oleh turis Australia, yakni 1.476.262 orang. Posisi nomor lima berasal dari Malaysia, yakni 227.210.

Merespons hal ini, Susanti mengatakan, Dinkes telah berkoordinasi dengan Balai Karantina Denpasar dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk Bali.

Selain itu, Dinkes Bali juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Bali untuk memperbanyak saluran informasi di objek wisata mengimbau pengelola dan turis menerapkan perilaku hidup sehat.

Turis-turis juga diimbau menggunakan masker mengingat virus Nipah bisa tertular melalui droplet, darah, dan urine.

"Negara yang melaporkan KLB nipah itu Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand. Tentu instansi di balai karantina dan bandara sudah meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Jauhi Daging Babi Tak Matang & Buah Bekas Gigitan

Kelelawar buah adalah inang utama virus Nipah dan bisa menularkan ke babi di peternakan, menjadikan babi sebagai inang perantara.

Atas kondisi ini, Susanti sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan agar meningkatkan kebersihan di kandang dan memantau kesehatan ternak untuk mencegah penularan virus.

Walau kasus virus Nipah belum ditemukan di Bali, Susanti juga mengimbau masyarakat tidak mengkonsumsi daging babi tidak matang dan buah yang diduga terdapat bekas gigitan kelelawar, guna mencegah tertular virus Nipah.

Hal ini mengingat olahan babi dan buah menjadi salah satu makanan utama dalam kehidupan sehari-hari warga di Bali.

"Kami di kesehatan tentu mengimbau masyarakat salah satunya tidak mengkonsumsi daging tidak matang. Kemudian mencuci tangan apabila kontak, misalnya peternak babi, tetap menggunakan APD, rajin mencuci tangan. Kemudian kalau misalnya bergejala demam atau flu, tetap segera ke fasilitas pelayanan kesehatan," sambungnya.

Apa itu Virus Nipah?

Dikutip dari Website Kemenkes, virus Nipah termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.

Hingga saat ini, belum dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Akan tetapi, beberapa penelitian atau publikasi telah menemukan adanya temuan virus Nipah pada kelelawar buah.

Virus Nipah merupakan penyakit endemik di India. Saat ini dilaporkan 5 tenaga medis di Benggala Barat terinfeksi virus Nipah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Fakta Kasus TNI-Polri Tuduh Pegadang Es Gabus: Dugaan Penganiayaan hingga Berakhir Damai
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Fantastis! Bareskrim Blokir 63 Rekening PT DSI dan Sita Duit 4 M
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Bhumi Visatanda Bakal Hidupkan Kembali Hotel Desa Wisata di TMII
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
John Herdman Buka Peluang Timnas Indonesia Gelar TC di Bali United Training Center, Ini Alasannya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas hingga 50 Hektare
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.