tvOnenews.com - Kasus antara Denada Tambunan dan sosok yang mengaku anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano, terus menjadi perhatian publik.
Setelah beberapa waktu lalu Ressa menyampaikan keinginannya agar diakui secara terbuka oleh Denada sebagai anak kandung, kini proses hukum antara keduanya resmi bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Namun, di balik permintaan Ressa yang disebut “hanya ingin pengakuan”, kuasa hukum Denada mengungkap adanya tuntutan materi senilai Rp7 miliar yang membuat pihaknya keberatan.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, membenarkan bahwa sidang mediasi antara kedua belah pihak telah dilakukan, namun gagal mencapai kesepakatan.
“Jadi gini, ini tadi kan sudah proses mediasi gugatannya ya. Pertama, gugatan sudah diajukan berarti mereka sudah menempuh jalur hukum atas permasalahan yang mereka anggap benar. Nah, selanjutnya di resume mediasi permintaan penggugat itu sama dengan yang ada di gugatan, intinya ya Rp7 miliar itu. Nah, setelah itu kita keberatan, sehingga mediasi gagal,” jelas Iqbal dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa pihak Denada selama ini tidak pernah menolak keberadaan Ressa.
Menurutnya, Denada tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu, baik secara moral maupun materi.
- YouTube/Cumicumi.com
"Pihak Denada ini nggak pernah tidak menganggap Ressa itu tidak sebagai anak. Karena semua juga dipenuhi, sekolah juga dipenuhi semua. Intinya nggak ada masalah apa-apa sebetulnya dari pihak Denada," ujar Iqbal.
Iqbal juga menjelaskan bahwa Denada tidak hadir dalam mediasi karena sedang menjalankan kewajiban pekerjaan.
Namun, ia memastikan bahwa sang artis tetap kooperatif mengikuti proses hukum yang berjalan.
“Denada tadi kebetulan ada kepentingan pekerjaan jadi gak datang. Mediasi gagal, perkara lanjut ke sidang pokok. Tapi kalau di tengah jalan ada perdamaian, tentu akan tetap kami upayakan,” tambahnya.
Mengenai tudingan bahwa Denada menolak mengakui Ressa, kuasa hukum membantah keras.
Ia menegaskan kasih sayang Denada terhadap Ressa tidak pernah berubah, bahkan masih mengirimkan bantuan keuangan secara rutin.


