Penulis: Margolaras
TVRINews, Yogyakarta
Desa Wisata Sentra Ikan Hias Kajii di Gilangharjo, Pandak, Bantul, menjadi perhatian Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa wisata ini dinilai sebagai salah satu destinasi unggulan di Bantul dan DIY.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari menegaskan, Komisi B berkomitmen memastikan ekosistem ekonomi di Desa Wisata Kajii berjalan optimal. Pendampingan akan dilakukan mulai dari perizinan UMKM, akses permodalan, promosi, hingga perluasan pangsa pasar. Ia menilai Dewi Kajii memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional melalui ekspor ikan hias.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kajii, Muhammad Gema Ramadhan, menyebut sejumlah pembudidaya ikan hias di desa tersebut telah mengekspor produk ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Saat ini terdapat sekitar 50 pembudidaya ikan hias yang tergabung dalam beberapa kelompok pembudidaya ikan (pokdakan).
Pada 2026, pengelola desa wisata menyiapkan sejumlah program, antara lain promosi penjualan ikan hias melalui media sosial, program pengelolaan sampah inovatif yang melibatkan akademisi, pengembangan pembudidaya ikan hias baru, serta penyelenggaraan Dewi Kajii Culture Festival pada September 2026.
Komisi B DPRD DIY berharap potensi Kajii ini tidak hanya menambah pendapatan masyarakat dan desa, namun juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Editor: Redaktur TVRINews



