jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik Bestari Barus menyebut parpolnya pada 2029 ingin menjadikan Jakarta, Jawa Tengah (Jateng), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai kandang gajah.
Adapun, gajah merujuk logo PSI yang kini bergambar mamalia berkepala merah setelah sebelumnya berbentuk mawar.
BACA JUGA: Jawab Instruksi Kaesang, Gandi Rusdi: PSI Sulsel Tak Akan Mempermalukan Ketum
"Ya, kan, beberapa lokasi, tidak hanya Sulsel yang diharapkan seperti itu (kandang gajah, red)," kata Bestari kepada awak media, Kamis (29/1).
Menurutnya, PSI punya basis di Jakarta, sehingga memungkinkan langkah partai menjadikan provinsi berikon Monas sebagai kandang gajah.
BACA JUGA: PSI Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
Kemudian, kata Bestari, PSI di Jateng dan Sulsel sedang membangun kekuataan, sehingga yakin kedua daerah menjadi kandang gajah.
Terlebih lagi, kata dia, beberapa politikus beken dari Sulsel akan merapat ke PSI, sehingga memungkinkan misi menjadikan provinsi beribu kota Makassar sebagai kandang gajah.
BACA JUGA: Resmi Pakai Jaket Putih, Mantan Bos NasDem Sulsel Rusdi Masse Jadi Kader PSI
"Kemudian rencana-rencana bahwa akan ada politisi-politisi dari beberapa partai lain yang mau bergabung, makin meyakini kami," ujar Bestari.
Dia secara khusus menyebut sosok eks Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Rusdi Masse Mappasessu bakal memperkuat PSI di Sulsel.
"Saya kira belantika politik di Sulsel ini patut untuk memperhitungkan kekuatan PSI ke depan dan bahwa Sulsel akan menjadi kandang gajah," ujarnya.
Bestari mengatakan kekuatan sosok ini juga dilengkapi dengan struktur PSI yang kuat untuk menjadikan Sulsel kandang gajah.
"Kemarin ketika dicek strukturnya juga sudah bagus, hadir semua lengkap, ini semakin meyakinkan kami," kata dia.
Ketika ditanya soal jabatan Rusdi Masse setelah bergabung dengan PSI, Bestari eks Wakil Ketua Komisi III itu akan menjabat di pengurus pusat.
"Jadi saya kira beliau akan di DPP bersama-sama kami begitu," kata dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan



