Kasus TBC di Indonesia Disebut Peringkat ke-2 Dunia, Wamenkes Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Pemberantasan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta, tvOnenews.com - Indonesia disebut-sebut menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis (TBC), menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintah terus memperkuat langkah pemberantasan TBC, salah satunya dengan menargetkan wilayah strategis untuk intervensi, termasuk Yogyakarta.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus menyebut, TBC di Indonesia tercatat 384 kasus per 100 ribu penduduk. Adapun, wilayah tertinggi temuan kasus TBC terdapat di Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan NTT.

Sementara, TBC di Yogyakarta sekitar 200 kasus. Meski kasus TBC di Yogyakarta terbilang rendah, namun wilayah ini sebagai perlintasan mobilitas masyarakat dari luar daerah.

"Yogya ini tempat perlintasan. Orang Jawa Tengah berwisata kesini, maka (kasus TBC) di Yogya harus kita awasi. Di Yogya ini, penyakit infeksius nular dari orang ke orang karena terjadi pertukaran transportasi yang tinggi," tutur Benjamin seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan, Kamis (29/1/2026).

Dia menilai, penanganan kasus TBC di Yogyakarta cukup bagus. Maka dari itu, Kemenkes menggandeng pemerintah daerah hingga kabupaten/kota dalam memberantas penyakit menular ini lewat upaya skrining ketat.

"Tadi kami lakukan pendataan dan cara kerjanya melibatkan lintas sektoral karena pemberantasan penyakit TBC bukan hanya tugas dokter yang mengobati pasien sakitnya,  tapi memperbaiki faktor pendukungnya seperti sanitasi dan gizinya," kata Benjamin. 

Dalam menekan laju penyebaran TBC di sejumlah wilayah termasuk Yogyakarta, Kemenkes turut memberikan bantuan hibah X-ray bagi daerah ini.

"Foto X-ray bisa dilakukan di desa-desa, pedukuhan bahkan memfoto ke rumah pasien pun bisa, tidak perlu ke rumah sakit. Tapi yang bekerja harus orang radiografer ya, orang yang mengerti menggunakan," ucap Benjamin.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, untuk menekan penyakit TBC di wilayahnya akan turut melibatkan petugas PKK di tiap kalurahan/kelurahan. Hal ini mengingat banyaknya pasien TBC yang dalam masa pengobatan berhenti di tengah jalan. Padahal, pengobatan TBC dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gabung PSI, Rusdi Masse Dijuluki 'Jokowinya Sulsel' dan Siap Tempati Posisi Strategis DPP
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Penguatan Peran Perempuan Didorong lewat Kolaborasi Bareng PNM
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yusril Sebut Aparat Tuding Penjual Es Gabus Bisa Ditindak
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Reaksi Emosional Jose Mourinho Saat Kiper Benfica Anatoliy Trubin Bobol Gawang Real Madrid
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Peringatan MSCI Itu Bagus Untuk Ekosistem Pasar Modal Indonesia
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.