JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Agama, Nasaruddin Umar melayangkan protes kepada Zulkifli Hasan dan Badan Gizi Nasional terkait jatah MBG untuk sekolah madrasah.
Hal ini disampaikan Zulhas saat mengadakan rapat terbatas penyelenggaraan MBG yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
BACA JUGA:Polisi: Belum Ada Rencana Rekayasa Lalin Saat Syuting Lisa BLACKPINK di Kota Tua
BACA JUGA:Ressa Yakin Sejak SMP Dirinya Anak Kandung Denada, Tak Percaya Lahir dari Rahim Ratih
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan memaparkan bahwa Menag Nazaruddin protes lantaran penerima MBG (Makan Bergizi Gratis) hampir seratus persen penyaluran pada siswa di sekolah.
Namun, lain halnya dengan para santri yang mengenyam pendidikan di tingkat pesantren dan madrasah. Berdasarkan data dari Kementerian Agama, penerima MBG di tingkat sekolah ilmu agama tersebut hanya sekitar 20 persen saja.
"Tadi kalau dari sekolah Dikdasmen itu sudah hampir rata dapat. Jadi kalau 100% siswanya, yang dapat penerima manfaat itu sudah 90% sampai 95%, rata-rata hampir 100%," ujar Zulhas di Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.
BACA JUGA:Lisa BLACKPINK Syuting Film Tygo di Karawaci Tangerang, Simak Lalin yang Dialihkan
BACA JUGA:Dirjen Komdigi Ingatkan: Teknologi Tak Otomatis Melahirkan Kepercayaan Publik
"Nah, tapi ada keluhan dari Pak Menteri Agama, 'Kok yang di pondok ini kecil?' begitu. Kan pondok itu ada Madrasah, ada Tsanawiyah, ada Aliyah, ada pondok yang Pesantren (Salafiyah) yang tidak ada madrasahnya. Itu lain lagi ya, itu lain lagi," tutur Zulhas.
Guna mengakhiri polemik data yang tumpang tindih ini, Zulhas mengambil langkah tegas dengan membentuk tim harian berdasarkan SK Presiden. Ia menginstruksikan jajaran Eselon 1 dari berbagai kementerian kunci untuk berkumpul dan melakukan sinkronisasi data secepatnya.
Tak tanggung-tanggung, perwakilan dari Kemenag, BKKBN, Kemenkes, hingga Dikdasmen diperintahkan untuk duduk bersama di Kemenko Pangan. Tujuannya satu: mencocokkan angka agar tidak ada lagi santri yang hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembagian makanan bergizi.
"Data itu kita harapkan data-data yang benar terbaik," tegas Zulhas.



