Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama YouTube menyosialisasikan pentingnya kesehatan mental remaja melalui kerja sama di bidang literasi digital. Program ini menyasar keluarga, sekolah, dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan pendampingan anak di ruang digital.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan YouTube yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, serta literasi media.
“Sebagai tindak lanjut kerja sama antara YouTube dengan Pemerintah DKI Jakarta, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan juga literasi media, kami sungguh-sungguh sangat berterima kasih,” kata Pramono dalam agenda pertemuannya bersama Danny Ardianto dan Leslie Miller di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/1).
Pramono menyebut kerja sama ini menjadi yang pertama dilakukan YouTube dengan pemerintah tingkat provinsi.
“Tadi saya menanyakan, apakah betul ini kerja sama pertama kali di dunia antara YouTube dengan provinsi? Kalau YouTube dengan negara, pasti sudah ada. Dan ternyata betul,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penguatan kesehatan mental dan karakter generasi muda.
“Mudah-mudahan kerja sama ini betul-betul memberikan manfaat yang nyata bagi dunia pendidikan, dunia kesehatan, dan juga dunia digital yang saat ini di Indonesia berkembang sangat luar biasa,” ucap Pramono.
Head of Government Affairs and Public Policy YouTube Indonesia dan Asia Selatan, Danny Ardianto, menjelaskan sosialisasi kesehatan mental ini dikemas melalui peluncuran program Aksi: Anak dan Keluarga Sigap Digital.
“Kami dari YouTube, pada kesempatan ini, bekerja sama dengan para akademisi, ahli kesehatan mental, kesejahteraan digital, dan remaja, serta tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meluncurkan apa yang kami sebut sebagai Aksi: Anak dan Keluarga Sigap Digital,” kata Danny.
Program tersebut bertujuan membekali keluarga dan komunitas sekolah agar mampu mendampingi anak dan remaja di dunia digital secara aman dan sehat.
“Program ini ditujukan untuk memberdayakan keluarga Indonesia dalam menjelajahi internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif,” ujarnya.
Danny menegaskan aspek kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama ini.
“Komponen dari Aksi Digital terkait kesehatan adalah kesehatan mental remaja, yang salah satunya diwujudkan melalui pelatihan kepada guru-guru di Jakarta,” kata Danny.
Ia menyebut pelatihan tersebut ditargetkan menjangkau 2.500 guru dan akan terus dikembangkan. Selain itu, disusun pula panduan khusus terkait kesehatan mental.
“Kemudian Mental Health Guidebook. Ini semacam pedoman komprehensif yang juga dikerjasamakan dengan RSCM dan Universitas Indonesia,” ujarnya.
Pramono menambahkan sosialisasi kesehatan mental telah mulai dijalankan di lingkungan sekolah.
“Tadi pagi sebenarnya sudah dilakukan peluncuran pembelajaran digital di SMK Negeri 27 Jakarta, yang berkaitan dengan program kesehatan mental dan penguatan karakter,” kata Pramono.
Selain pelatihan guru, program ini juga mencakup YouTube Health serta pelatihan pembuatan konten edukasi.
“Kemudian pelatihan bagi guru-guru, program YouTube Health, dan tentunya yang paling penting adalah program pelatihan pembuatan konten edukasi,” ujarnya.
Terkait konten digital yang dihasilkan, Danny menegaskan program ini tidak berorientasi pada monetisasi.
“Untuk konten terkait kesehatan dan pendidikan, tujuannya adalah meningkatkan kemampuan dan kapasitas guru, komunitas sekolah, serta keluarga. Jadi bukan untuk keperluan monetisasi,” kata Danny.




