Berapa Durasi Kentut yang Normal dalam Sehari? Ini Penjelasan Ahli

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi kentut (Freepik)
Dafar Isi
  • Kenali Aroma
  • Suara yang Dihasilkan Kentut
  • Seberapa Sering Anda Kentut

Jakarta, CNBC Indonesia - Kentut atau buang angin adalah proses alami tubuh. Dalam dunia medis, frekuensi, bau, dan intensitas gas yang dikeluarkan tubuh adalah indikator biologis penanda kesehatan pencernaan seseorang.

Secara ilmiah, kentut merupakan campuran udara yang tertelan saat makan dan gas yang dihasilkan oleh mikrobioma usus saat memecah makanan.

Kenali Aroma

Ternyata sebagian besar gas sebenarnya tidak berbau, dan bau berasal dari sejumlah kecil senyawa mengandung sulfur yang dihasilkan selama pencernaan.


Saat bakteri usus memfermentasi makanan yang Anda makan, mereka melepaskan gas sebagai produk sampingan, kata ahli gizi Shy Vishnumohan, seperti dikutip dari Eating Well. Bau kentut dapat bervariasi dari hampir tidak tercium hingga menyengat, tergantung pada apa yang Anda makan dan campuran bakteri di saluran pencernaan.

Baca: Ikan Lele Vs Ikan Kembung, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

"Perubahan bau sesekali adalah normal, tetapi bau yang tidak biasa dan terus-menerus, terutama jika disertai dengan kembung, sembelit, atau diare, dapat menandakan perubahan pencernaan atau ketidakseimbangan mikroba," kata ahli gizi lainnya, Ava Safir, J.D., M.S., RDN.

Bau yang kuat dan bertahan lama bisa menjadi tanda malabsorpsi karbohidrat, pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan (SIBO), atau masalah pencernaan lain yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Suara yang Dihasilkan Kentut

Sayangnya, kita tidak selalu dapat memprediksi apakah kentut akan keluar tanpa suara atau mengeluarkan suara yang jelas. Tetapi, terlepas dari apakah kentut itu berbunyi mendesis atau keras dan lantang, suara kentut tidak banyak berkaitan dengan kesehatan usus Anda.

"Suara saat mengeluarkan gas sebagian besar bersifat mekanis dan bergantung pada seberapa banyak gas yang ada, seberapa cepat gas tersebut bergerak, dan tonus otot yang dilewatinya," kata Safir.

Meskipun Anda tidak dapat mengontrol suara tersebut secara sadar, faktor anatomi tertentu dapat membuat kentut lebih keras dan lebih sulit dikendalikan. Safir menjelaskan bahwa sembelit, ketegangan otot dasar panggul, dan wasir dapat memengaruhi tonus otot rektum, yang dapat mengubah cara gas dikeluarkan.

Baca: Cek Frekuensi Kencing dalam Sehari yang Sehat Menurut Pakar
Seberapa Sering Anda Kentut

Rata-rata orang sehat membuang angin sebanyak 10 hingga 20 kali sehari. Ini bukan sekadar proses pembuangan, melainkan bukti bahwa bakteri baik di usus sedang bekerja keras.

"Kentut beberapa kali sehari hingga sekitar 20 kali sehari dianggap normal. Kentut yang lebih sering sering dikaitkan dengan karbohidrat yang lebih mudah difermentasi, termasuk kacang-kacangan/polong-polongan, alkohol gula, makanan tinggi FODMAP, atau intoleransi terhadap laktosa atau fruktosa," kata Vishnumohan.

Jika Anda mencoba meningkatkan asupan serat, jangan khawatir gas berlebih ini biasanya bersifat sementara. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa dalam dua hingga enam minggu setelah meningkatkan asupan serat, frekuensi kentut kebanyakan orang kembali normal.

Baca: 4 Jenis Makanan Sehari-Hari Pemicu Batu Ginjal, Hindari Sekarang!

(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PPATK Catat Nilai Transaksi Uang Judol Tembus Rp286,84 Triliun 
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Manfaatkan Momentum Jendela Transfer, PSM Bisa Kejar Persib, Borneo, dan Persija
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Pensiunan Guru Dirampok dan Dibunuh Tetangganya, Jasad Ditemukan Hangus Terbakar | BERUT
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
PN Solo Kabulkan KGPH Purbaya Ganti Nama Jadi Paku Buwono XIV
• 13 jam laludetik.com
thumb
Jakarta Diguyur Hujan, Jalan Daan Mogot dan DI Panjaitan Banjir Pagi Ini
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.