BEKASI, DISWAY.ID-- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto sebut meledaknya mesin pompa air di Rumah Pompa Kali Mati, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi karena derasnya volume air curah hujan.
Meledaknya mesin pompa air itu terbakar pukul 02.00 WIB ketika tengah dioperasikan untuk mengurangi luapan air.
BACA JUGA:Berhasil! Game Penghasil Saldo DANA Gratis Transfer Kamu Uang Rp444.000 Khusus Malam ini 29 Januari 2026
BACA JUGA:Talenta Pesepak Bola Papua Tengah Terbengkalai, PSSI Dinilai Abai Soal Talent Scouting di Pelosok
Pasalnya, Kota Bekasi mulai diguyur hujan deras sejak sepelan lalu membuat volume air yang menampung di mesin pompa menjadi meningkat.
"Pompa ini baru dinyalakan tadi pagi pukul 02.00 WIB, kemudian jam 10.00 WIB meledek dan hari ini tidak bisa digunakan," jelas Tri di Bekasi pada Kamis, 29 Januari 2026.
Melihat pompa mesin pompa air terbakar, pihak pengelola mesin pompa air pun gerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
BACA JUGA:Menag Protes MBG Terfokus di Sekolah Umum, Zulhas Siap Patenkan Data Penerima
BACA JUGA:Liga Premier Menggila! Inggris Kuasai Liga Champions Benua Biru
Hal tersebut dilakukan agar dapat menyediakan satu tambahan pompa portabel untuk disiagakan
Jika langkah cepat tidak segera dilakukan, dampaknya akan sangat luas karena aliran air berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu.
Kenaikan debit air berpotensi terjadi dari Jembatan 1 hingga Jembatan 9 Rawalumbu, termasuk kawasan Bumi Bekasi Baru yang juga rawan terdampak.
"Dampaknya kalau ini tidak dibantu itu cukup luar biasa karena ini dasnya itu pasti akan naik," pungkas dia.




