Alfamart menargetkan pembukaan 800 gerai baru di seluruh Indonesia pada 2026. Direktur Corporate Affairs Alfamart, Solihin, menyatakan ekspansi tidak difokuskan di wilayah Jabodabek, melainkan diarahkan ke daerah-daerah yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan.
“Mungkin wilayah tertentu yang masih punya potensi kita akan terus explore untuk kita bisa cepat buka gerai seperti itu totalnya bener 800 gerai, total net dari jumlah gerai yang akan kita buka Insya Allah di tahun 2026,” kata Solihin dalam media gathering di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (28/1).
Solihin menyebut, pembukaan gerai mempertimbangkan tingkat kepadatan wilayah dan kelayakan bisnis, serta akan terus mengeksplorasi area tertentu yang memungkinkan percepatan ekspansi.
Sementara itu, Alfamart telah membuka 1.081 gerai baru secara net sepanjang 2025. Angka tersebut sudah memperhitungkan penutupan sejumlah gerai yang terjadi selama tahun berjalan.
“Bukan karena apa-apa, (penyebab tutup) ada macam-macam. Pertama, pasti tempatnya mungkin saja nilai sewanya naik berlebihan, mungkin saja tempatnya nggak mau disewakan lagi karena digunakan oleh pemilik lain sebagainya,” jelas Solihin.
Dengan penambahan tersebut, Alfamart kini mengoperasikan sekitar 21.120 gerai di seluruh Indonesia dan mempekerjakan sekitar 170 ribu karyawan.
“Ini nggak main-main. Dulu tahun 2001 setiap bulan saya masih sempat ketemu kepala toko, karena jumlahnya masih puluhan. Sekarang ini, kalau saya ketemu dengan kepala toko dengan jumlahnya sudah 21.120,” tutur Solihin.
Di sisi digital, Alfamart juga mengembangkan ekosistem layanan melalui platform Alfagift yang saat ini telah memiliki sekitar 29 juta anggota hingga akhir 2025. Menurut Solihin, capaian teraebut melampaui ekspektasi awal dan terus mendorong inovasi, termasuk peluncuran fitur baru seperti UCOllect untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.
“Dan kita (ke depannya) terus melakukan inovasi-inovasi,” lanjutnya
Dari sisi operasional, Alfamart saat ini memiliki 34 kantor cabang yang masing-masing dipimpin oleh kepala cabang dan berfungsi sekaligus sebagai pusat distribusi.
Kapasitas tiap cabang bervariasi, mulai dari yang melayani sekitar 400 gerai hingga lebih dari 1.000 gerai. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan 38 pusat distribusi (depo) dengan kapasitas yang relatif lebih kecil dibandingkan kantor cabang.
Alfamart Akan Buka Gerai Perdana di BangladeshAlfamart juga terbuka melakukan ekspansi lebih lanjut setelah membuka gerai pertamanya di Dhaka, Bangladesh, pada 27 Januari 2026. Solihin menyebut, peluang untuk membuka hingga 100 gerai tambahan di Bangladesh pada 2026 masih terbuka.
“Nantinya kita lihat di akhir tahun (2026) berapa jumlahnya yang akan bisa buka (di Bangladesh). harapan target pembukaan (100 cabang) di Bangladesh bisa tercapai di akhir tahun 2026,” ucap dia.
Menurut Solihin, pembukaan gerai di luar negeri tidak bisa dilakukan secara mandiri, melainkan harus melalui kemitraan dengan pengusaha lokal. Pemilihan mitra membutuhkan proses yang panjang dan matang, karena kerja sama jangka panjang tidak bisa dibangun secara instan.
“Tentunya nggak mudah dalam menemukan partner yang cocok, kita bicara lain sebagainya, dan alhamdulillah kita sepakat kemarin tanggal 27 (Januari) kita sudah memulai membuka gerai yang pertama di Dhaka,” jelas Solihin.
Solihin menilai pembukaan satu gerai saja belum cukup untuk mencapai nilai keekonomian, terutama jika dikaitkan dengan kebutuhan infrastruktur seperti pusat distribusi dan biaya operasional lainnya.
Agar investasi tersebut efisien, jumlah gerai harus mencapai skala tertentu sehingga distribusi dan pemanfaatan fasilitas dapat berjalan optimal.
“Karena nilai ekonomis itu adalah manfaat dari adanya tempat yang kita gunakan dengan melakukan distribusi ke gerai-gerai. Ya, insyaallah (100 gerai akan dibuka),” ucap Solihin.



