HARIAN FAJAR, MAKASSAR – DPD Asosiasi Jasa Konstruksi Sulsel bakal menggelar pameran konstruksi di Makassar, yang diberi nama ProBuild.
Agenda ini digagas menjadi yang terbesar se-KTI, pada 8-11 Juli mendatang, di lapangan parkir Mall PIPO Makassar. Rencananya, mereka menargetkan 15 ribu visitor dari seluruh Indonesia, khususnya di wilayah KTI.
Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi DPD Sulsel, Abadi Gunawan menyampaikan, kehadiran mereka sebenarnya sebagai solusi atas berbagai hal yang dihadapi masyarakat dan pemerintah. Khususnya dalam hal menyediakan jasa konstruksi.
”Kami hadir tentunya dengan kompetensi dan akreditasi terpercaya. Karena memang fokus isu pemerintah saat ini adalah kompetensi, termasuk Asosiasi itu harus terakreditasi. Makanya kami sudah siap dengan semua itu,” ujarnya.
Ketua Perkumpulan Kontraktor Profesional Sulsel itu juga menyampaikan, mereka sendiri sebenarnya mengusung sejumlah program atrategus. Khususnya dalam menjalin kemitraan dengan peruaahaan rantai pasok, sebab mereka banyak berhubungan dengan perusahaan-perusahaan rantai pasok.
”Kami tentu memperkuat hubungan kemitraan dengan perusahaan rantai pasok, untuk memenuhi kebutuhan konstruksi. Jadi harus berhubungan dahulu dengan Jawa, baik Jakarta maupun Surabaya. Sulsel ini sangat dinantikan, apalagi sekarang sudah digital,” lanjutnya.
Dia juga menyampaikan, pihaknya telah diminta untuk mengajukan masyarakat konstruksi di daerah masing-masing. Sehingga, mereka harus berperan bersama mitra di Dinas PU, baik itu Bina Marga maupun Bina Konstruksi.
”Pengusaha rantai pasok adalah mitra paling strategis, karena kami juga hidup dari sana. Jadi sifatnya simbiosis mutualisme, karena kami juga harus berperan terhadap program-program Bina Marga maupun Bina Konstruksi,” kata dia.
Itu sebabnya, untum mengawali kebangkitan mereka di Sulsel, pameran konstruksi menjadi pintu masuknya. ”Kami punya program pameran konstruksi. Apalagi Makassar ini gerbang KTI, jadi kita harus mengambil peran di sini,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi DPD Sulsel, Abadi GunawanDia juga membeberkan, asosiasi ini secara nasional mulai berdiri pada tahun 2017 lalu. Kata dia, asosiasi ini berdiri berangkat dari ketidakpuasan terhadap organisasi sebelumnya.
”Kami memang masih cenderung muda. Kami berdiri ini berangkat dari ketidakpuasan, akhirnya membuat komunitas sendiri. Ini didorong teman-teman Gen Z yang lebih kenal digital, karena usia di asosiasi yang lain itu memang banyak senior-senior,” ungkapnya.
Hadirkan Ribuan Produk Konstruksi
Dalam pameran nanti, rencananya ribuan produk konatruksi bakal dihadirkan. Termasuk juga para penyedia jasa.
Koordinator Persada Citra Organizer (PCO) selaku event organizer pameran konstruksi, Salyakin menyampaikan, pameran yang akan digelar di Parkiran Utara Mall PIPO itu digagas dengan konsep outdoor. Namun begitu, nantinya akan ada tenda router, agar tidak terkendala ketika kondisi cuaca tidak menentu.
”Nanti outdoor, tetapi kami oakai tenda router, di area sekitar 8 ribu meter. Jadi ini outdor tapi tidak benar-benar terbuka, karena ada tenda yang pakai atap dan sekelilingnya nanti ditutupi kain hitam,” kata dia.
Selain itu, di dalam tenda akan disediakan ratusan booth. Di setiap booth nantinya menyediakan produk-produk yang akan dipamerkan, termasuk juga melibatkan UMKM di dalamnya.
”Luas boothnya itu 3×3 setiap booth. Kalau jumlahnya rencana ada 261 booth, itu 100 booth untuk exhibitor dan dan ratusan booth lainnya untuk UMKM,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, target pengunjung diupayakan bisa mencapai 15 ribu orang. Ini sudah termasuk para undangan dan visitor yang datang dari kalangan luar.
”Karena undangan kami itu yang dari unsur pemerintah saja sudah lima ribuan. Apalagi kan ada Dinas PU dan BJKW yang menjadi bagian penyelenggara. Tentu kami harapkan target itu bisa terpenuhi,” terangnya. (wid)



