IHSG Bergejolak, Said Abdullah: Jadikan Evaluasi MSCI sebagai Koreksi Konstruktif

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir menjadi perhatian luas pelaku pasar modal.

Dinamika itu terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengevaluasi sejumlah emiten besar di Tanah Air. Firma riset saham ini dikabarkan memberikan catatan khusus mengenai free float, likuiditas riil, dan transparansi para emiten.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah menilai bahwa evaluasi yang dilakukan MSCI terhadap sejumlah emiten besar di Indonesia merupakan pesan yang bersifat koreksi konstruktif.

Untuk diketahui, langkah MSCI sempat memberikan tekanan cukup signifikan terhadap IHSG. Pada Rabu (28/1/2026), IHSG turun hingga 7,3 persen dan memaksa otoritas bursa menempuh trading halt.

Baca juga: Apa Itu MSCI dan Mengapa Peringatannya Mengguncang IHSG?

Hingga Kamis (29/1/2026) pagi, IHSG masih tertekan di level minus 8,5 persen dan kembali menguat ke minus 1,76 persen menjelang penutupan pasar.

Dari sisi arus dana, aksi jual investor asing sempat mencapai Rp 6,12 triliun. Namun, data perdagangan selanjutnya menunjukkan pembalikan sentimen. Hal ini terlihat dari aksi beli yang mulai mendominasi dan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 6,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut Said, pembalikan arah pasar yang terjadi di tengah aksi jual asing justru mencerminkan bahwa kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa saham Indonesia secara keseluruhan masih sangat besar.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan MSCI harus ditangkap oleh otoritas bursa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku pasar sebagai masukan berharga untuk membangun bursa saham yang lebih sehat.

Baca juga: IHSG Rontok Disentil MSCI, OJK dan BEI Aktifkan Semua Rem di Pasar Modal

"Para pihak ini harus berbenah, membuka diri untuk menerima koreksi yang konstruktif dari siapa pun, terutama masukan pembenahan administrasi yang disarankan oleh MSCI," ujar Said dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.

Butuh lembaga pembanding

Said menekankan pentingnya faktor kepercayaan terhadap lembaga yang dianggap kredibel. Menurutnya, pengaruh lembaga pemeringkat global seperti MSCI memang sangat dominan.

Namun, keberadaannya justru dapat menjadi pengingat bagi Indonesia untuk mulai memperkuat peran lembaga pemeringkat domestik agar mampu bersaing di kancah dunia.

Said mengatakan bahwa kehadiran lembaga pemeringkat domestik dapat menjadi pembanding atau pendapat kedua yang dinilai penting untuk memberikan perspektif yang lebih jernih bagi investor global agar tidak bergantung pada sumber informasi tunggal.

Baca juga: IHSG Anjlok, Danantara: Pasar Modal Cerminan Kepercayaan Investor

Keberadaan lembaga pembanding juga berguna untuk memastikan setiap masukan dari lembaga pemeringkat global benar-benar bertujuan membangun pasar yang sehat.

Said menyebut, OJK telah menerbitkan sejumlah lembaga pemeringkat yang dianggap kredibel dan tepercaya, baik asing maupun domestik terkait kredit rating, seperti Fitch Ratings, Moodys, Standar and Poor, dan PT Kredit Rating Indonesia.

Di bursa, Indonesia telah memiliki PT Pemeringkat Efek Indonesia. Akan tetapi, pengaruh lembaga ini belum sebanding dengan MSCI karena hanya berurusan dengan obligasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: IHSG Terkoreksi Imbas MSCI, Alokasi Portofolio Aktif Dinilai Tak Bisa Statis


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ducati MX Team Indonesia Debut di FMSCT Thailand 2026
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Rial Iran Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Sejarah
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Arsenal Resmi Lulus Fase Liga Tanpa Cacat, Meriam London Kembali Meledak Usai Digebuk Manchester United
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Penetapan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Disinyalir Ada Permainan Politik
• 11 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.