Bawang Putih Impor Segera Masuk Pasar, Kemendag: untuk Tekan Harga yang Terus Naik Jelang Ramadan

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor segera masuk ke pasar domestik untuk menekan harga yang terus merangkak naik menjelang Ramadan dan Idufitri. Pemerintah optimistis, masuknya bawang putih impor ini akan mengembalikan harga ke level Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen.

Iqbal Shoffan Shofwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, mengatakan seluruh persetujuan impor (PI) bawang putih sudah diterbitkan kepada para pelaku usaha yang terdaftar dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).

“Seharusnya minggu-minggu ini bawang putih sudah mendarat di Tanjung Priok, akhir Januari atau awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis harga akan turun dan kembali sesuai harga acuan,” ujar Iqbal di Jakarta, Kamis (29/1/2026) seperti dikutip Antara.

Iqbal menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga, bawang putih menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena tren kenaikan harganya cukup signifikan. Namun, dengan diterbitkannya PI, ia menilai persoalan pasokan kini sudah teratasi.

“Menurut timeline yang disampaikan kepada kami, akhir Januari atau awal Februari ini bawang putih tersebut sudah tiba di Tanjung Priok. Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih secara nasional terus mengalami kenaikan. Pada minggu keempat Januari 2026, harga bawang putih mencapai Rp39.810 per kilogram.

Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS menyebutkan, rata-rata harga bawang putih saat ini sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp38.000 per kilogram.

“Memang secara nasional sudah ada tren kenaikan harga. Pada Desember 2025, harga bawang putih berada di angka Rp39.030 per kilogram. Di Januari hingga minggu keempat, rata-rata harganya naik menjadi Rp39.810 per kilogram,” kata Amalia di Jakarta, Selasa (27/1).

Amalia menjelaskan, kenaikan harga bawang putih sudah terjadi sejak Desember 2025 dan berlangsung di banyak wilayah. Daerah yang mencatat lonjakan harga antara lain Kabupaten Natuna, Halmahera Selatan, Flores Timur, Rote Ndao, Lombok Tengah, dan sejumlah wilayah lainnya.

Secara nasional, kenaikan harga bawang putih terjadi di 57,78 persen wilayah Indonesia atau mencakup 208 kabupaten/kota. Bahkan, di beberapa daerah, harga bawang putih menembus angka ekstrem.

“Harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kilogram, yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang,” ungkapnya. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Longsor Cisarua, BNPB: 56 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Setelah Ciliwung, Pramono Anung Kebut Normalisasi Kali Cakung Lama Demi Tangkal Banjir Jakarta
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Roy Suryo Lapor Balik Eggi Sudjana dan Damai Lubis
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Melalui Kredit Program Perumahan, Pekerja Informal Kini Bisa Cicil KPR Subsidi di BTN
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PU percepat normalisasi sungai dengan opsi kerja 24 jam
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.