Liputan6.com, Jakarta - Banjir lumpur di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu, 24 Desember 2025 berdampak pada sejumlah sumber mata air. Kondisi ini menyebabkan pelayanan air bersih di beberapa Kabupaten Banyumas sempat terganggu.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumdam Tirta Satria Banyumas Wipi Supriyanto mengatakan, air yang keruh akibat campuran lumpur menyebabkan lambatnya sistem pelayanan air bersih.
Advertisement
"Beberapa sumber mata air di kaki Gunung Slamet terdampak banjir lumpur, sehingga air bercampur material lumpur masuk ke brown capturing kami dan otomatis memengaruhi proses pengolahan serta pelayanan kepada pelanggan," ujar Wipi, dilansir dari Antara, Kamis (29/1/2026).
Penyebab hambatan ini, kata Wipi, karena Perumdam Tirta Satria harus melakukan pembuangan lumpur dan air keruh di jaringan distribusi terlebih dulu sebelum diolah. Sehingga, pelayanan air bersih membutuhkan waktu yang lebih lambat.
Ia mengatakan, sebelumnya kondisi sempat membaik dan air mulai kembali jernih, namun hujan kembali turun dan memicu banjir lumpur susulan.
"Secara pelan-pelan sudah mulai membaik dan jernih kembali, tetapi tiba-tiba datang lumpur lagi karena banjir (di wilayah Gunung Slamet) sore kemarin, sehingga kembali berdampak," terang Wipi.
Sebagai penanganan, Perumdam Tirta Satria terus melakukan pembersihan instalasi serta pemantauan kualitas air secara berkala.
Wipi memastikan pihaknya berupaya mempercepat normalisasi layanan agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi, dan kebutuhan air bagi masyarakat dapat terpenuhi kembali.



