Malapetaka Masih Hantam Amerika, 400 Ribu Warga Kegelapan

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ratusan ribu warga di negara bagian Mississippi dan Tennessee, Amerika Serikat (AS), dilaporkan masih hidup tanpa aliran listrik. Ini akibat badai musim dingin parah yang membawa hujan es dan suhu ekstrem.

Badai tersebut merupakan bagian dari Badai Musim Dingin Fern, yang menyelimuti wilayah Selatan AS. Badai membawa lapisan es tebal, menumbangkan pohon, memutus kabel listrik, serta membuat banyak ruas jalan tak dapat dilalui, tepat ketika udara Arktik melanda kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan perusahaan utilitas dan situs pelacak PowerOutage.us, hingga Selasa pagi waktu setempat lebih dari 400.000 pelanggan di Mississippi dan Tennessee masih mengalami pemadaman listrik. Di Tennessee saja, sekitar 175.000 warga masih tanpa listrik, termasuk hampir 120.000 pelanggan di wilayah Nashville dan Davidson County.


Pilihan Redaksi
  • Amerika di Tepi Jurang, Pemerintah Trump Bisa Shutdown Sabtu Ini
  • Tok! China Resmi Eksekusi Mati 11 Pelaku Online Scam
  • Chaos Ikea Mau Tutup! Pembeli Berebut Furnitur, Saling Tarik-Adu Mulut

Sementara itu, pejabat Mississippi memperingatkan bahwa pemulihan listrik dapat memakan waktu hingga akhir pekan. Kerusakan infrastruktur dilaporkan cukup parah, dengan ratusan tiang listrik patah dan hampir 1.000 bentangan kabel putus di wilayah barat negara bagian tersebut.

"Perkirakan pemadaman listrik dan kerusakan pohon akibat es," kata Badan Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) di Memphis dalam pernyataan sebelum badai, seperti dikutip Newsweek, Kamis (29/1/2025).

"Perjalanan mungkin tidak mungkin dilakukan," tambahnya.

Manajemen Darurat Tennessee mencatat sedikitnya 189 tiang listrik patah akibat badai. Para petugas utilitas dilaporkan bekerja lembur hingga 14-16 jam per hari, namun upaya pemulihan terhambat oleh jalanan licin, suhu rendah, dan angin kencang.

Badai Fern juga memicu deklarasi keadaan darurat di sedikitnya 18 negara bagian dan telah menyebabkan setidaknya 29 kematian, termasuk dua korban jiwa di Mississippi yang secara langsung terkait dampak badai.

Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa risiko belum sepenuhnya berakhir. Proses pencairan es di siang hari yang kembali membeku pada malam hari berpotensi menciptakan lapisan es baru, memperburuk kondisi jalan, serta memperlambat pemulihan listrik.

Perusahaan utilitas di Mississippi dan Tennessee menyatakan perbaikan akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Nashville Electric Service melaporkan timnya bekerja sepanjang malam, sementara Middle Tennessee Electric menyebut jumlah pelanggan tanpa listrik telah turun menjadi kurang dari 3.000 pelanggan.

Para ahli meteorologi memperkirakan suhu dingin ekstrem masih akan bertahan hingga awal Februari, meningkatkan risiko bagi warga yang belum mendapatkan kembali akses listrik dan pemanas.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemadaman Listrik Skala Besar AS, 130 Ribu Orang Gelap Gulita

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prajogo Pangestu Borong Saham Petrindo (CUAN), Harga Rebound
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Satgas: Pembangunan Huntara di Aceh Rampung 100 Persen
• 13 jam lalukompas.com
thumb
10 Saham Top Gainer Kamis 29 Januari 2026, Ada Emiten Prajogo Pangestu
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Bencana Sumatera, Terlalu Mahal untuk Dilewatkan Tanpa Pembelajaran
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Banjir Picu Kemacetan Parah saat Pulang Kerja di Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakbar
• 13 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.