Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia telah melampaui target yang ditetapkan Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 dan kini menjadi penggerak baru perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan Riefky usai menerima kunjungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
"Target yang diberikan Pak Presiden melalui RPJMN untuk tahun 2025 tidak hanya tercapai, tetapi melampaui target dengan angka yang cukup signifikan. Ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif Indonesia telah menjadi mesin baru ekonomi nasional," ujar Riefky kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kemudian Riefky menjelaskan, penguatan sektor ekonomi kreatif difokuskan pada tujuh subsektor prioritas yang telah ditetapkan Presiden, yakni fashion, kuliner, kriya, film dan animasi, musik, serta game dan aplikasi. Selain itu, subsektor kreatif lainnya juga akan terus didorong untuk berkembang.
Lebih lanjut, ia menilai kekuatan utama industri kreatif Indonesia terletak pada kekayaan budaya yang dimiliki bangsa. Dengan sentuhan inovasi dan teknologi digital, karya-karya berbasis budaya tersebut diyakini mampu naik kelas dan bersaing di tingkat global.
"Indonesia punya akar budaya yang sangat kuat. Kalau turunannya kita beri sentuhan inovasi teknologi di era digital ini, maka lokal-lokal hero bisa naik kelas menjadi juara nasional dan kemudian menembus pasar global," ucapnya.
Sejalan dengan arahan Menko PM, Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan siap memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk memastikan industri kreatif Indonesia tidak hanya semakin berkualitas, tetapi juga mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional di kancah global.
"Kami siap terus berkoordinasi untuk mendorong industri kreatif Indonesia agar semakin berkualitas dan go global," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews





