Akses transportasi penghubung antara Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Rusip Antara di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akhirnya kembali normal. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama TNI AD dan PT Adhi Karya berhasil merampungkan pemasangan Jembatan Bailey di kawasan Angkup dalam waktu singkat.
Jembatan rangka baja ini sangat vital bagi warga setempat. Sebelumnya, jembatan utama rusak parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut dua bulan lalu. Warga sempat kesulitan beraktivitas karena jembatan alternatif yang ada kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan.
Jembatan Bailey ini memiliki spesifikasi panjang 18 meter dan lebar 4,2 meter. Konstruksinya dinilai kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan roda empat dengan tonase 20 hingga 30 ton.
Kolaborasi TNI dan Kementerian PU
Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga, Indrapuri, Aceh Besar, serta kontraktor BUMN Adhi Karya. Proses instalasi dimulai sejak 22 Januari 2026 dan ditargetkan rampung total dalam 10 hari, namun saat ini jembatan sudah dibuka dan dapat dilalui oleh masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Chandra Irawan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan instruksi langsung dari Menteri PU, Dody Hanggodo.
"Kami mendapat instruksi bahwa di lokasi yang terdekat dengan ruas jalan nasional, baik itu ruas provinsi maupun kabupaten, apabila terdampak bencana alam, kami wajib menanganinya," ujar Chandra.
Ia menegaskan, langkah ini diambil agar masyarakat tidak terisolasi dan aktivitas perekonomian warga dapat segera pulih, meskipun status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.




