Penulis: Putu Ratna
TVRINews, Bangli
Dunia pendidikan di Kabupaten Bangli diperkirakan menghadapi kekurangan tenaga pendidik pada tahun 2026 seiring meningkatnya jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sejumlah sekolah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, sebanyak 117 tenaga pendidik dan kependidikan akan purnatugas pada tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 20 kepala sekolah, 88 guru, serta 9 orang tenaga staf.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Bangli saat ini mencapai 2.423 orang, sementara ketersediaannya belum sepenuhnya terpenuhi, terutama di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
“Dengan adanya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun, tentu akan ada penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, baik dari sisi beban mengajar maupun pengaturan jam pelajaran,” ujar Komang Pariartha.
Ia menjelaskan, dampak pensiunnya guru akan diantisipasi dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Untuk sementara, kami akan mengoptimalkan peran guru pengabdi dan PPPK paruh waktu yang sudah ada, sehingga layanan pendidikan kepada peserta didik tidak terganggu,” katanya.
Selain langkah jangka pendek tersebut, Disdikpora Bangli juga berencana mengusulkan penambahan formasi guru kepada pemerintah pusat sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami akan mengajukan usulan formasi guru berdasarkan kebutuhan sekolah dan mata pelajaran yang mengalami kekurangan,” tambahnya.
Disdikpora Bangli menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian guna memastikan proses pendidikan di Kabupaten Bangli tetap berjalan dengan baik di tengah berkurangnya jumlah tenaga pendidik akibat pensiun.
Editor: Redaktur TVRINews




