Antisipasi Virus Nipah, BBKK Denpasar Perketat Pengawasan di Bandara Ngurah Rai

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, DENPASAR - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar mulai memperketat pengawasan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai langkah antisipasi masuknya virus Nipah ke Pulau Dewata.

Fokus pengawasan diarahkan pada rute penerbangan langsung maupun transit dari India.

BACA JUGA: Waspadai Virus Nipah, Pakar Sarankan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Proteksi Utama

Kepala BBKK Denpasar, Heri Saputra, menjelaskan bahwa kewaspadaan ini dilakukan menyusul adanya laporan kasus di India. 

Menurut data, pergerakan penumpang dari India ke Bali cukup tinggi, mencapai 500 hingga 600 orang per hari.

BACA JUGA: Indonesia Masih Bebas dari Virus Nipah, Pemerintah Tetap Optimalkan Alat Deteksi Suhu di Bandara

Sepanjang Januari 2026 saja, tercatat hampir 20.000 penumpang telah keluar-masuk rute Bali-India menggunakan maskapai Air India dan IndiGo.

"Kami konsetrasikan pada penerbangan India, tetapi tetap waspada pada semua penerbangan internasional lainnya karena mobilisasi penumpang di Asia sangat dinamis,” kata Kepala BBKK Denpasar Heri Saputra di Denpasar, Kamis.

BACA JUGA: Virus Nipah Bunuh Seorang Anak, Nakes Juga Jadi Korban

Sebagai langkah deteksi dini, BBKK telah menyiagakan tiga unit thermal scanner di terminal kedatangan internasional dan domestik. 

“Penumpang yang memiliki suhu tubuh 37,5 derajat Celsius dan diduga serupa ciri-ciri Virus Nipah akan langsung dipisahkan untuk diperiksa lebih lanjut dan dimintai keterangan perjalanan beberapa waktu terakhir," ujarnya.

BBKK Denpasar juga akan mengambil sampel dari penumpang tersebut untuk diuji di laboratorium di Surabaya apalagi jika terdapat ciri-ciri lainnya seperti sesak dan nyeri otot.

“Misalnya ada gejala kritis akan kami rujuk ke RS Prof Ngoerah, kami akan periksa apakah dia benar-benar positif Virus Nipah atau karena sakit biasa,” ucap dia.

Bali juga memastikan sudah tersedia fasilitas yang lengkap seperti ruang isolasi di rumah sakit pemerintah untuk pasien tersebut dikarantina.

Oleh karena itu, ia juga mengajak masyarakat tak ragu memeriksa jika mengalami keluhan serupa, sebab yang berbahaya dari virus ini yaitu dapat berdampak ke radang otak dan angka kematian mencapai 45-75 persen.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar, cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum mengonsumsi, apabila melakukan perjalanan ke India dan negara terjangkit disarankan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit Nipah pasca-kepulangan dari India,” demikian Heri.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Ini KPK Geledah Kantor Wali Kota Madiun
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
PSG Gagal, Ini 8 Klub Lolos Langsung ke Babak 16 Liga Champions
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Resmi Berbaju PSM, Luka Cumic Bisa Debut Lawan Semen Padang
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
inDrive Luncurkan Platform Iklan, Targetkan Diversifikasi Pendapatan dan Ekosistem yang Lebih Berkelanjutan
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
China Raja Cuci Uang, Sehari Gelapkan Dana Rp 737 Miliar
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.