Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, Kamis, 29 Januari 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai rencana serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi pemulihan.
Kepala BNPB bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana meninjau wilayah terdampak di Kecamatan Pante Bidari, mulai dari fasilitas pendidikan hingga kawasan permukiman warga.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Sekolah Dasar Negeri Blang Seunong. Meski bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup parah, aktivitas belajar mengajar telah kembali berlangsung.
Selama proses perbaikan fisik yang dikerjakan oleh personel TNI, kegiatan pendidikan sementara dilaksanakan di tenda darurat yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca juga: Operasi SAR Longsor Cisarua, Dua Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga memprioritaskan penanganan hunian bagi warga terdampak. Hingga saat ini, 102 unit hunian sementara (huntara) telah dibangun di atas lahan milik masyarakat. Jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat terdapat sekitar 340 kepala keluarga (KK) di Desa PanteRambong yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana.
Bagi warga yang memilih mengungsi di rumah keluarga atau kerabat selama pengerjaan hunian dilakukan, pemerintah menyalurkan dana tunggu hunian. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat dengan rumah rusak berat atau hilang hingga hunian tetap selesai dibangun.
Dana tunggu hunian diberikan selama tiga bulan, yakni Desember hingga Februari, dan dapat diperpanjang apabila pembangunan hunian tetap belum rampung hingga batas waktu yang telah ditetapkan.
BNPB menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan berbasis data dari tingkat desa dan diawasi secara berjenjang guna memastikan bantuan tepat sasaran. Pemerintah menargetkan seluruh proses transisi menuju hunian tetap dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan.


