Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima total 55 kantong jenazah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis 29 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 41 jenazah berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga korban.
Hingga hari keenam penanganan, Posko DVI Polda Jawa Barat kembali menerima tiga kantong jenazah (body pack) dari tim SAR gabungan. Dari tiga kantong tersebut, satu di antaranya berisi kerangka manusia.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan memastikan temuan kerangka tersebut tidak berkaitan dengan korban longsor Cisarua. Berdasarkan hasil identifikasi, kerangka tersebut berasal dari jenazah yang telah meninggal lebih dari satu tahun lalu.
Berdasarkan pemeriksaan dua kantong jenazah lainnya setelah dilakukan identifikasi ternyata merupakan satu korban longsor yang sebelumnya sudah teridentifikasi. Dengan demikian, dari total 55 kantong jenazah yang telah diterima oleh Tim DVI Polda Jabar, 41 di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga.
Baca juga: Keutamaan Salat Duha Menurut Hadis, Salah Satunya Mendatangkan Rezeki
Korban yang berhasil diidentifikasi sebagian besar merupakan warga setempat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang berasal dari sejumlah kampung, yakni Kampung Pasir Kuning (Sunarya, Delisa), Kampung Nyalindung (Jajang Taryana, Susi Rahayu), Kampung Babakan (Nining, Ai Sumarni, Koswara, Andar, Tini, Karmita, Komarudin, Baran Permana, Elis Aning, serta Komarawati alias Engkom).
Sementara itu, Kampung Pasirkuda (Dadang, Nurhayati, Ayu Yuniarti, Deni Suparman, Andri, Cicah Mulyani, Passa Widia Putri, dan Pipin Koswandi), serta Kampung Baru (Lina Lismayanti).Selain warga setempat, tim DVI juga mengidentifikasi sejumlah korban yang berasal dari luar Desa Pasirlangu, yakni Muhammad Kori (Lampung Timur), Sidiq Harianto (Pesawaran, Lampung), dan Andre Nicky Olga Suwita (Jakarta Selatan), yang seluruhnya teridentifikasi melalui metode sidik jari.
Sementara korban anak-anak yang telah berhasil diidentifikasi, antara lain Keyla, Passa Widia Putri (Kampung Pasirkuda), Delisa (Kampung Pasir Kuning), Adri Firmansyah, serta Reza Subagja.
Tim SAR gabungan bersama DVI Polri terus melanjutkan proses pencarian korban longsor. Meskipun menghadapi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu, mereka tetap berusaha mengidentifikasi korban lainnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5323149/original/065174100_1755763451-ramadhan.jpg)