Seberapa Besar Peluang Kerja di Dunia Riset?

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta, VIVA – Perkembangan ekonomi berbasis data membuat dunia riset semakin dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari bisnis, kebijakan publik, hingga industri kreatif.

Riset tidak lagi terbatas pada lingkungan akademik, tetapi menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan strategis. Kondisi ini membuka peluang kerja yang semakin luas bagi lulusan perguruan tinggi dari berbagai latar belakang keilmuan. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Prabowo Setuju Dana Penelitian Naik 50%, Berfokus ke Sektor Pangan hingga Industri
Prabowo Mau Tambah Beasiswa LPDP 80%, Khusus dalam Bidang STEM

Industri riset pasar dan fieldwork, misalnya, terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan dan institusi untuk memahami perilaku konsumen serta dinamika sosial. Profesi di bidang ini tidak hanya membutuhkan kemampuan mengolah data, tetapi juga keterampilan komunikasi, observasi, dan analisis yang kuat. Hal tersebut menjadikan dunia riset relevan bagi lulusan ilmu sosial, ekonomi, statistika, komunikasi, hingga sains dan teknologi.

Peluang kerja di sektor riset pun semakin beragam. Selain peneliti, industri ini membutuhkan tenaga field researcher, data processor, data analyst, hingga konsultan insight yang mampu menerjemahkan data menjadi rekomendasi strategis. Fleksibilitas peran ini membuat riset menjadi salah satu jalur karier yang terbuka bagi fresh graduate maupun profesional yang ingin beralih bidang.

Gambaran mengenai peluang kerja tersebut tercermin dalam Career Festival Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar pada 3–4 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelaku industri riset turut memberikan pemahaman mengenai praktik kerja riset di dunia profesional, termasuk Fieldwork and Research Indonesia (FRI).

Melalui partisipasinya di acara tersebut, FRI menjelaskan bagaimana proses riset dijalankan secara profesional, mulai dari pengumpulan data di lapangan hingga pengolahan dan analisis untuk menghasilkan insight. Penjelasan ini memberi konteks bahwa riset merupakan proses berkelanjutan yang menuntut ketelitian serta pemahaman mendalam terhadap objek penelitian.

”Bidang riset membutuhkan kemampuan analitis yang kuat, rasa ingin tahu intelektual, dan integritas profesional untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Human Resource Department FRI, Aziizah, dalam keterangannya, dikutip Jumat 30 Januari 2026. 

Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar jalur karier, kompetensi yang dibutuhkan, serta tantangan bekerja di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia riset mulai dilirik sebagai pilihan karier, meski masih memerlukan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakter dan tuntutan profesinya.

Baca Juga :
Dana Riset Capai 218%, Pemerintah Pastikan Peneliti yang Menang Hibah Riset Dapat Insentif
Wamen Stella Christie Desak Kenaikan Dana Riset 10 Persen Demi Pertumbuhan Ekonomi RI
Dibuka Menghijau, IHSG Berpotensi Terkonsolidasi saat Pasar Fokus ke Data Ekonomi AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respons Kemenkeu soal Keluhan INSA Terkait Aturan Pajak Kapal Asing
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Inter Milan pertimbangankan beli kembali Stankovic di musim panas 2026
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
DPR Soroti Penguatan Matra Udara di Lanud Dhomber untuk Dukung Keamanan IKN
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pembangunan Hunian Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 14 Februari 2026
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kapan Pendaftaran OSN SD 2026 Dimulai? Ini Tahapan hingga Cara Daftarnya
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.