Penulis: Andi Syam
TVRINews – Kab. Banjar
Pemerintah Kabupaten Banjar menggalakkan gerakan tanam cabai dan bawang merah sebagai upaya pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi lokal. Program ini salah satunya dilaksanakan di Desa Paringtali, Kecamatan Simpang Empat.
Dari target pengembangan seluas 50 hektare, hingga kini telah tertanam 28 hektare cabai dan bawang merah. Komoditas ini dipilih karena kerap memicu fluktuasi harga serta untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dinas Pertanian Kabupaten Banjar bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan bibit dan sarana produksi kepada kelompok tani setempat.
“Untuk luasan tanah ada potensi 50 hektare, yang sudah ditanam ada 28 hektare. Kami akan membantu sarana produksi dan infrastrukturnya,” ujar Warsita, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar kutip Kamis, 29 Januari 2026.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan agar daerah aktif melakukan intervensi produksi guna menjaga inflasi.
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah prioritas sebagai penyangga lumbung pangan Ibu Kota Nusantara.
“Pak Gubernur minta semua pihak gerak cepat untuk jaga ketahanan pangan dan tekan inflasi. Salah satu langkahnya, beliau memberikan bantuan khusus di bidang hortikultura untuk Kabupaten Banjar karena wilayah ini menjadi salah satu lumbung pangan penting di Kalimantan Selatan,” kata Syamsir, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi.
Melalui gerakan tanam cabai dan bawang merah, pemerintah daerah berharap produksi lokal meningkat sehingga stabilitas harga dan ketahanan pangan setempat dapat terjaga.
Editor: Redaktur TVRINews



