Safrizal Dampingi Kepala BNPB Turun ke Aceh Utara dan Timur

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDA ACEH - Penanganan di Aceh Timur dan Utara mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).

Pasalnya, kedua wilayah itu mengalami dampak yang luas dan parah.

BACA JUGA: Safrizal Bersama Sekjen PU Pimpin Rapat Percepatan Rehab Rekon Klaster Infrastruktur

Cakupan luasan terdampak dan juga rusaknya berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hunian, sekolah sampai sawah dan ladang milik penduduk.

Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh Safrizal ZA menyampaikan rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan konsolidasi, harus selalu diimbangi dengan kerja dan inspeksi lapangan.

BACA JUGA: Safrizal Ditunjuk Pimpin Tim wilayah Pelaksana Satgas Percepatan Rehab-Rekon Aceh

"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dibelakang meja, namun turun langsung sebagaimana hari ini (29/2) kami mendampingi Kepala BNPB selaku Wakasatgasnas" ujar Safrizal dalam keterangan persnya.

Inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara menyasar kebeberapa titik, yakni pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur, rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur, inspeksi jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pemberian Bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara, dan iInspeksi pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.

BACA JUGA: Tiba di Aceh, Safrizal Gerak Cepat Distribusikan Logistik ke Pidie dan Pidie Jaya

"Alhamdulillah Huntara di Desa Pante Rambong Aceh Timur sudah rampung, secara simbolis Wakasatgasnas sudah menyerahkan kunci kepada masyarakat, bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah mencapai 60-70 persen," kata Safrizal.

Sementara itu dalam inspeksi jembatan di desa sawang yang hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan bailey sudah dimulai dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri.

Jembatan ini sendiri menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, sekaligus menembus desa seberang yang sempat terisolasi.

"Percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi kebutuhan mutlak di Desa Sawang agar segera tersambung, supaya akses terbuka termasuk mengatasi kesulitan anak-anak berangkat ke sekolah, paralel dengan akselerasi rencana teknis pembangunan jembatan permanen di sebelahnya" imbuh Safrizal yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maskapai Belanda KLM Tangguhkan Penerbangan ke Israel
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Trump Akan Umumkan Ketua The Fed Baru pada Jumat Pagi Waktu AS
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bu Budi Tak Bersalah, Polisi Hentikan Penyelidikan Guru di Pamulang 
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Kasus Mahasiswi Tusuk Pacar di Kos Ketintang Surabaya Berakhir Damai Lewat Restorative Justice
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Langsung Turun Tangan Urai Kepadatan Kapal Perikanan di PPN Muara Angke, KKP Relokasi Kapal Nelayan
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.