Bisnis.com, JAKARTA - Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada sesi perdagangan pagi Kamis (29/1/2026). Koreksi ini menyusul kekhawatiran investor terhadap belanja kecerdasan buatan (AI) perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.
Melansir Reuters, pada pukul 11.18 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 204 poin atau 0,42% ke 48.811,60.
Indeks S&P 500 turun 78,68 poin atau 1,13% ke 6.899,35, sementara Nasdaq Composite merosot 502,65 poin atau 2,11% ke 23.354,80.
Adapun, saham Microsoft (MSFT.O) anjlok 12,2% setelah pendapatannya gagal memenuhi ekspektasi pasar dan memicu kekhawatiran bahwa belanja besar di balik kemitraannya dengan OpenAI belum menghasilkan monetisasi yang cukup cepat.
Saham Tesla (TSLA.O) juga berbalik arah dan turun 2,3% setelah produsen kendaraan listrik itu mengumumkan rencana untuk menggandakan belanja modalnya ke rekor tertinggi.
“Orang-orang selama ini terus menggelontorkan uang dan sekarang mereka mulai sampai pada tahap melihat lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi,” kata Max Wasserman, Co-founder dan Senior Portfolio Manager di Miramar Capital.
Baca Juga
- Wall Street Terkoreksi Tajam, Sentimen Tarif Trump & Greenland Picu Aksi Jual
- Wall Street Berisiko Bergejolak, Musim Laporan Keuangan & Data Inflasi Jadi Ujian
- Wall Street Ditutup Variatif di Tengah Pelemahan Saham Teknologi
Pasar juga terbebani oleh penurunan saham-saham perangkat lunak setelah pandangan hati-hati SAP terhadap bisnis cloud serta penurunan saham ServiceNow (NOW.N) sebesar 10% setelah laporan kinerja, yang memperdalam kekhawatiran investor bahwa perusahaan perangkat lunak tradisional berisiko tertinggal oleh pesaing berbasis AI yang terus berkembang.
Saham Salesforce (CRM.N) turun 7,2%, Adobe (ADBE.O) melemah 3,9%, sementara perusahaan keamanan cloud Datadog (DDOG.O) jatuh 8,3%.
Sementara itu, Saham Meta (META.O) bergerak berlawanan arah pasar dengan melonjak hampir 8% setelah raksasa media sosial tersebut merilis proyeksi pendapatan yang optimistis disertai kenaikan anggaran belanja modal tahun ini sebesar 73%.
Kelompok saham yang dikenal sebagai “Magnificent Seven” menjadi motor utama pasar bullish di AS karena investor bertaruh investasi besar mereka di AI akan mendorong fase baru pertumbuhan laba.
Menurut data LSEG, kelompok ini diperkirakan mencatat kenaikan laba sebesar 21,5% pada kuartal keempat, dibandingkan pertumbuhan 5,3% untuk saham lain di indeks S&P 500.
Namun, dengan belanja modal dan pengeluaran terkait AI meningkat jauh lebih cepat dibandingkan pendapatan yang dihasilkan, pasar mulai mempertanyakan apakah keuntungan dari taruhan AI bernilai miliaran dolar itu akan datang cukup cepat untuk membenarkan valuasi saham saat ini.
“Mereka [investor] mulai bertanya-tanya prospek pertumbuhan seperti apa dan imbal hasil nyata atas modal yang akan mereka dapatkan dari investasi ini,” imbuh Wasserman.




