Bursa Eropa Melemah, Saham Teknologi Ditekan Laporan Microsoft

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (29/1). Ia terbebani oleh aksi jual di sektor teknologi setelah laporan kinerja mengecewakan dari Microsoft dan SAP.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/1), Indeks Stoxx 600 turun 0,2% ke 607,14. Sektor teknologi menjadi penekan utama pergerakan pasar.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis, Pasar Cermati Laba Saham Teknologi dan Sikap The Fed

SAP anjlok setelah perusahaan perangkat lunak tersebut memberikan proyeksi pendapatan cloud tahunan yang berada di bawah ekspektasi investor. Penurunan ini menjadi kejatuhan harian terdalam saham itu sejak 2020.

Tekanan juga datang dari saham teknologi global. Microsoft dan ServiceNow turut melemah setelah laporan keuangan masing-masing dinilai tidak cukup kuat untuk menopang valuasi yang sudah tinggi.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor secara intensif mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi untuk menilai sejauh mana investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI) dapat dikonversi menjadi pendapatan dan laba yang berkelanjutan.

“Sebagian besar kekhawatiran pasar saat ini berkaitan dengan panduan ke depan dan apakah laju pertumbuhan yang sama masih bisa dipertahankan,” kata Head of Equity Research State Street, Marija Veitmane.

Namun Veitmane menilai investor tidak seharusnya mengurangi eksposur terhadap saham teknologi, mengingat sektor tersebut masih menawarkan tingkat profitabilitas yang sulit ditandingi oleh sektor lain.

Di luar pasar saham, sentimen global juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ancaman Amerika Serikat untuk kembali menyerang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Iran. Hal itu mendorong harga minyak melonjak sekitar 3%.

Baca Juga: Danantara Sudah Investasi Besar di Pasar Modal Indonesia, Pandu Ungkap Saham yang Dikoleksi

Kenaikan harga minyak ini menambah lapisan ketidakpastian bagi pasar kawasan euro, yang saat ini masih menimbang dampak kombinasi antara perlambatan sektor teknologi dan risiko geopolitik global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekowisata Rinjani Hasilkan Rp182 Miliar Sepanjang 2025, Naik Hampir 300 Persen Dibanding 2023
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Usia Pernikahan Baru Dua Bulan, Komedian Boiyen Gugat Cerai Suami
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Langganan Terjadi di Depok, Warga Minta Solusi Permanen
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Menperin Pastikan Motor Listrik Tak Dapat Insentif di 2026, Ini Alasannya
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.