Kanada: Guncangan Ekonomi Baru Telah Diciptakan Donald Trump

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kanada memperingatkan adanya potensi tidak biasa terhadap munculnya guncangan baru bagi perekonomian, seiring meningkatnya risiko geopolitik global dan ketidakpastian kebijakan perdagangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Gubernur Bank of Canada (BoC) Tiff Macklem mengatakan terdapat lebih banyak faktor dari biasanya, yang dapat menggagalkan proyeksi ekonomi bank sentral. Hal itu disebabkan sejumlah manuver dari Trump.

Baca Juga: Kanada: Amerika Serikat (AS) Sudah Tak Lagi Normal

“Ada potensi yang tidak biasa untuk munculnya guncangan baru, gangguan baru,” kata Macklem, dilansir dari Reuters, Jumat (30/1),

“Risiko geopolitik sedang meningkat," tambahnya.

Ia juga menyinggung serangan terhadap independensi bank sentral sebagai salah satu risiko utama tahun ini, khususnya yang dialami oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Macklem mengatakan pihaknya baru-baru ini merilis proyeksi ekonomi dan inflasi terbaru dalam laporan kebijakan moneternya. Meski menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang moderat untuk tahun ini dan tahun depan, ia menilai risiko kegagalan proyeksi tersebut kini jauh lebih besar.

“Kami merasa ada lebih banyak hal yang bisa salah terhadap perkiraan tersebut. Proyeksi ini lebih rentan,” ujarnya.

Sebagai contoh potensi guncangan adalah kembalinya ancaman kebijakan tarif dari Trump. Kanada misalnya baru-baru ini diancam tarif seratus persen akibat berupaya kesepakatan dagang dengan China.

“Untuk menilai keseimbangan risiko, kita harus bisa memberikan probabilitas pada setiap risiko. Dan sejujurnya, saat ini hal itu sulit dilakukan,” kata Macklem.

Ancaman tarif hingga peninjauan ulang perjanjian dagang dinilai menjadi risiko nyata bagi prospek ekonomi di samping berbagai ketidakpastian global lainnya.

Macklem juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan aset-aset dari Amerika Serikat. Menurutnya, investor asing masih menginginkan eksposur, namun cenderung melakukan lindung nilai terhadap risiko mata uang, yang pada akhirnya menekan nilai dolar.

“Ketidakpastian kebijakan telah menggerus posisi dolar sebagai aset aman global,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Bicara Asal Dana untuk Bayar Iuran Dewan Perdamaian Bentukan Trump

“Namun, tidak banyak alternatif yang benar-benar kuat," tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengacara Janji Adly Fairuz Akan Kooperatif Hadiri Sidang Gugatan Wanprestasi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
PSI Target Jakarta, Jawa Tengah, dan Sulsel, Jadi Kandang Gajah di Pemilu 2029
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Drama di Daan Mogot: Hujan, Banjir hingga Motor Lawan Arah
• 16 jam laludetik.com
thumb
Thailand Masters 2026: Dibumbui Duel Persahabatan, Tiga Ganda Campuran Indonesia Maju ke Perempat Final
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Hector Souto: Pemain Timnas Futsal Harus Berani Berkarier di Luar Negeri
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.