Pantau - Pemerintah China dan Inggris resmi menyepakati penguatan kerja sama ekonomi jangka panjang dan stabil, termasuk pemberlakuan kebijakan bebas visa bagi warga negara Inggris untuk kunjungan maksimal selama 30 hari ke China.
Pertemuan Puncak di BeijingKesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Balai Besar Rakyat, Beijing, pada Kamis (29/1/2026).
Kunjungan Starmer ke China berlangsung selama tiga hari dan mencakup kota Beijing dan Shanghai, di mana ia juga bertemu dengan Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji.
Delegasi Inggris yang ikut serta terdiri dari 60 perwakilan perusahaan, universitas, dan lembaga budaya, termasuk HSBC, Standard Chartered, dan KPMG.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Xi Jinping menyampaikan bahwa China menyambut baik keterlibatan pemerintah Inggris dan berbagai kalangan untuk mempererat hubungan bilateral.
"China menyambut baik pemerintah Inggris, parlemen, dan berbagai kalangan daerah di Inggris untuk lebih sering berkunjung ke China guna meningkatkan pemahaman yang komprehensif, objektif, dan tepat tentang China. Kami bersedia secara aktif mempertimbangkan penerapan bebas visa unilateral bagi warga negara Inggris," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama China–Inggris sangat menjanjikan dan telah menghasilkan capaian nyata yang bermanfaat tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga dunia internasional.
"Saling percaya merupakan fondasi agar hubungan antarnegara dapat berjalan stabil dan berkelanjutan. China secara konsisten menempuh jalur pembangunan damai, tidak pernah secara aktif memulai perang apa pun, dan tidak pernah merebut sejengkal pun wilayah negara lain," ia mengungkapkan.
Kemitraan Baru di Berbagai SektorPresiden Xi juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama di sektor pendidikan, kesehatan, keuangan, serta riset bersama di bidang kecerdasan buatan, energi baru, dan teknologi rendah karbon.
"Hakikat kerja sama ekonomi dan perdagangan China–Inggris. Kedua negara perlu memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di bidang pendidikan, kesehatan, keuangan, dan sektor jasa, serta melakukan penelitian bersama dan transformasi industri di bidang kecerdasan buatan, ilmu pengetahuan, energi baru, dan teknologi rendah karbon, guna mewujudkan pembangunan dan kemakmuran bersama," jelas Xi.
Ia berharap Inggris dapat menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China, serta mempermudah mobilitas warga negara kedua negara.
PM Keir Starmer menyatakan bahwa kunjungannya menjadi simbol penting, mengingat ini adalah kunjungan perdana seorang perdana menteri Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir.
"Di tengah situasi internasional yang penuh gejolak dan rapuh saat ini, sangat penting bagi Inggris dan China untuk membangun kemitraan strategis komprehensif yang jangka panjang dan stabil berdasarkan semangat saling menghormati dan saling percaya. Kebijakan Inggris terkait isu Taiwan yang telah lama dianut tidak berubah dan tidak akan berubah," ungkap Starmer.
Ia juga menekankan pentingnya pertukaran antarmasyarakat dan mendukung peran Hong Kong sebagai jembatan dalam hubungan bilateral.
Dalam rilis terpisah, Kantor Perdana Menteri Inggris mengumumkan peluncuran kemitraan baru dengan China untuk memperluas sektor jasa unggulan Inggris, termasuk layanan kesehatan, jasa hukum, pendidikan, dan pengembangan keterampilan.
Salah satu aspek utama dari kesepakatan ini adalah pengakuan terhadap kualifikasi profesional dari Inggris dan studi kelayakan untuk memulai negosiasi perjanjian bilateral di bidang jasa.
Jika perjanjian tersebut disepakati, maka akan ada aturan hukum yang jelas dan mengikat bagi perusahaan Inggris yang beroperasi di China serta mempermudah pencarian mitra lokal.
Dengan kebijakan bebas visa ini, Inggris kini sejajar dengan 50 negara lain yang telah memperoleh fasilitas serupa dari China, seperti Prancis, Jerman, Italia, Australia, dan Jepang.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489025/original/038036600_1769777505-eks_menteri_agama.jpg)