GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti hubungan politik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Sebelumnya, Ahok selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024 menjadi saksi sidang dugaan korupsi minyak di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (27/1).
Dalam kesaksiannya, Ahok meminta jaksa untuk berani memeriksa Presiden yang menjabat saat dirinya menjadi Komut Pertamina, yakni Jokowi.
Adi Prayitno mengatakan Jokowi dan Ahok merupakan duet pasangan dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 silam.
Keduanya yang diusung PDIP dan Gerindra, berhasil menang melawan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
“Duet Ahok dan Jokowi, dulunya teman seperjuangan dalam sebuah kemenangan politik,” katanya melalui akun Youtube, dikutip Jumat (30/1).
Adi mengungkapkan Jokowi, saat menjadi Presiden RI menunjuk Ahopk menjadi Komisaris Utama di PT Pertamina.
“Tetapi, hubungan politik keduanya merenggang saat Pilpres 2024 lalu. Ahok sebagai kader PDIP mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” ujarnya.
Sementara itu, Jokowi memilih mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ahok pun memutuskan mengundurkan diri dari Komut Pertamina.
“Ahok dalam kesaksiannya di persidangan pun menyebut, mundur dari Komut Pertamina, karena beda sikap politik dengan Jokowi,” ucapnya. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481730/original/056318400_1769144171-daan5.jpg)

