GenPI.co - Menjadi sukarelawan bersama anak bisa menumbuhkan rasa percaya diri, mengajarkan keterampilan sosial, dan mempererat ikatan keluarga.
Selama musim liburan, banyak orang tua mencari kesempatan seperti ini.
Namun, sering kali organisasi nirlaba menetapkan batas usia minimum 18 tahun bagi para sukarelawan.
Mencari kegiatan sukarela yang bisa dilakukan sebagai keluarga dengan anak-anak kecil memang menantang.
Direktur Eksekutif Volunteer New York! Polly Lagana menyebut ada beragam cara berbeda untuk membantu orang dan menjadi sukarelawan.
"Begitu banyak keluarga ingin melakukan ini, tetapi benar-benar tidak tahu harus mulai dari mana," kata Lagana, dilansir AP News, Rabu (28/1).
Lagana mengatakan banyak orang tua sangat ingin menunjukkan kepada anak-anak cara membantu sesama.
Menurut Direktur Eksekutif New York Cares Sapreet Saluja, anak-anak sangat cocok untuk kegiatan seperti memilah mantel, mengemas bahan makanan, dan menyelesaikan tugas sederhana.
"Saya sangat terkesan dengan perhatian terhadap detail, ketelitian, kepatuhan pada arahan, dan kepedulian yang ditunjukkan beberapa anak," kata Saluja.
Saluja menilai anak-anak mengikuti arahan dan ingin melakukan tugasnya dengan benar.
"Dalam banyak kasus, mereka justru lebih teliti daripada orang dewasa. Ini sangat menginspirasi," ucapnya.
Untuk memulai, carilah organisasi di komunitas sekitar yang menghubungkan sukarelawan dengan proyek-proyek ramah keluarga.
Anak-anak cenderung lebih antusias jika diberi kebebasan dan informasi untuk membuat keputusan sendiri.
Oleh karena itu, libatkan anak-anak saat memilih kegiatan.
Pertimbangkan juga kegiatan sukarela dengan misi yang mudah dipahami anak seperti membersihkan sampah di taman.
"Anak-anak sangat ingin tahu dan ini membuka ruang dialog," kata Saluja. (*)
Simak video menarik berikut:





