Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Tengah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang terdampak bencana pada November 2025.
Kunjungan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan secara aman dan bermakna di tengah situasi pascabencana.
Dalam agenda tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung ruang kelas darurat yang saat ini digunakan peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Meski sarana masih terbatas, sekolah tetap mengoptimalkan pemanfaatan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran guna menjaga kualitas dan keberlangsungan proses pendidikan.
Abdul Mu’ti menilai penggunaan teknologi pembelajaran tersebut sebagai bentuk adaptasi positif sekolah dalam menghadapi kondisi darurat tanpa mengesampingkan mutu pembelajaran.
Selain melakukan peninjauan, Mendikdasmen juga berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas. Di kelas IX, ia mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dengan metode interaktif, termasuk bernyanyi bersama untuk mengenalkan anatomi tubuh dalam bahasa Inggris.
Sementara di kelas VII dan VIII, Menteri terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan memanfaatkan papan interaktif digital.
Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meskipun kegiatan belajar dilaksanakan di ruang darurat.
“Dalam kondisi darurat, proses belajar anak-anak tidak boleh terhenti. Yang terpenting mereka tetap bisa belajar, beraktivitas, dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ini bagian dari pemulihan agar anak-anak tidak mengalami stres,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari 2026.
Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengajak siswa dan guru melakukan Senam Anak Indonesia Sehat. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan pendidikan karakter, kebugaran jasmani, serta semangat kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





