- Indonesia mendorong teknologi CCS untuk menekan emisi sektor tinggi sejalan target net zero emission nasional.
- ICCSC mengadakan Soft Launching The 4th IICCS Forum 2026 di Jakarta pada 29 Januari 2026.
- Pengembangan CCS didukung kebijakan sejak 2023 dan membutuhkan kolaborasi regional demi ekonomi karbon.
Suara.com - Komitmen Indonesia menuju net zero emission tak lagi sekadar wacana jangka panjang. Di tengah tekanan perubahan iklim dan tuntutan global terhadap penurunan emisi, Indonesia mulai mendorong solusi teknologi yang mampu menekan emisi dari sektor-sektor dengan jejak karbon tinggi. Salah satu pendekatan yang kini mendapat perhatian serius adalah Carbon Capture and Storage (CCS).
CCS dinilai menjadi teknologi penting karena mampu menangkap emisi karbon dioksida dari sumber industri besar sebelum dilepas ke atmosfer, lalu menyimpannya secara aman di bawah tanah. Skema ini dianggap relevan bagi Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil, tetapi di saat yang sama menargetkan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pemerintah pun mulai menempatkan CCS sebagai bagian dari strategi nasional penurunan emisi. Dukungan regulasi, peluang investasi, serta kerja sama lintas sektor terus didorong agar implementasi CCS tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka manfaat ekonomi baru.
Dalam konteks inilah Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menggelar Soft Launching The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026 di Jakarta, 29 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju forum utama yang akan digelar pada 2026, sekaligus bagian dari rangkaian Road to The 4th IICCS Forum 2026.
Soft launching tersebut mengangkat tema “Advancing Indonesia’s CCS Project Deployment; Driving Policy Alignment, Regional Collaboration, and Sustainable Carbon Economy.” Tema ini mencerminkan posisi CCS Indonesia yang kini mulai bergerak dari tahap inisiasi menuju persiapan proyek, sehingga membutuhkan dukungan kebijakan dan kolaborasi yang lebih konkret.
Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, menegaskan pentingnya fase ini dalam perjalanan CCS nasional.
“Pengembangan CCS di Indonesia telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui beberapa kebijakan pada Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan Pemerintah yang telah ditetapkan sejak tahun 2023. Soft Launching ini menjadi awal untuk merencanakan kerjasama antar pemangku kepentingan di tahun 2026,” ujarnya.
IICS Forum 2026. (Dok. Ist)Selain dukungan kebijakan, kerja sama regional juga dinilai krusial.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan CCS di kawasan. Hal ini bisa dicapai melalui kolaborasi regional dan pengembangan ekonomi karbon yang berkelanjutan,” tambah Belladonna.
Baca Juga: Indonesia Terancam Gagal Capai Target Net Zero jika Strategi Transportasi Tak Diubah, Mengapa?
Ketua Panitia Pelaksana The 4th IICCS Forum 2026 menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan menuju forum utama dirancang agar menghasilkan langkah yang lebih aplikatif.
“Soft Launching ini menjadi awal dari rangkaian diskusi menuju forum utama. Ke depan, The 4th IICCS Forum 2026 akan lebih fokus pada peluang kerja sama, pengembangan proyek, dan manfaat ekonomi karbon di Indonesia,” jelasnya.
Melalui forum ini, ICCSC berharap tercipta sinergi kebijakan, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta pemahaman bersama mengenai peran CCS dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission Indonesia.




