Belum Ada Sebulan, Perumahan Duta Kranji Sudah Tiga Kali Diterjang Banjir

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kota Bekasi, Jawa Barat, sejak Rabu (28/1/2026) malam menyebabkan banjir di Perumahan Duta Kranji, Kota Bekasi, Kamis (29/1/2026).

Genangan air di kawasan permukiman tersebut bervariasi, dengan ketinggian berkisar antara 20 sentimeter hingga 80 sentimeter.

Banjir kali ini menambah kejadian yang berulang kali menerjang Perumahan Duta Kranji.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Akui Penanganan Banjir Terkendala Pembebasan Lahan

Luapan aliran kali di sekitar perumahan masih terlihat deras hingga Kamis pagi.

Meski permukiman mereka tergenang, sejumlah warga tetap beraktivitas dengan berjalan menembus genangan air.

Banjir Ketiga Kali dalam Sebulan

Adi (50), warga Perumahan Duta Kranji, mengungkapkan bahwa air mulai menggenangi permukiman sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

Menurut Adi, banjir kali ini menjadi yang ketiga kalinya melanda kawasan tersebut sepanjang Januari 2026.

Febryan Kevin/Kompas.com Perumahan Duta Kranji, Kota Bekasi, terendam banjir, Kamis (29/1/2026)

Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter di sejumlah titik.

"Ini sudah tiga kali kalau bulan ini. Kalau ini nunggu surutnya aja ya semoga gak hujan lagi," kata Adi saat ditemui Kompas.com, Kamis.

Berharap Ada Perbaikan Hulu

Yudo, salah seorang warga Perumahan Duta Kranji, mengatakan banjir kali ini diduga merupakan kiriman dari wilayah Cikeas yang diperparah oleh hujan.

Baca juga: Horor di Daan Mogot, Banjir dan Macet Menyatu Uji Kesabaran Warga

Ia mengharapkan adanya penanganan khusus di hulu sungai agar tidak selalu banjir, ini karena sudah ketiga kalinya.

"Harapannya tidak banjir lagi, di hulu (atas) harus ditangani dengan baik, agar kita tidak selalu mendapatkan limpasan," jelas Yudo.

Tetap Bertahan di Rumah

Ia menjelaskan, genangan air mulai terjadi sejak pagi hari dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.

Meski demikian, Yudo mengaku memilih tetap bertahan di rumah dan tidak mengungsi.

"Kalau pengungsian di sini enggak ada dan rata-rata di sini sudah tinggin jadi enggak terlalu masuk rumah. Kalau ini enggak dipompa, ya dibiarkan alami surut, semoga atas enggak kirim dan tidak hujan lagi," jelasnya.

Baca juga: Mesin di Rumah Pompa Kali Mati Terbakar, Wali Kota Bekasi Siapkan Pengganti

Meski aliran banjir cukup tinggi, tetapi sejumlah rumah warga sudah ditinggikan sehingga air banjir tidak seluruhnya masuk ke dalam rumah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Adi menjelaskan meski dirinya tidak mengungsi, sejumlah warga lain memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke rumah kerabat setelah menerima peringatan dini banjir.

"Kalau yang mengungsi ada, itu ke rumah saudara sejak semalam ada, karena dengar sirene, Early Warning System," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini, Dalami Kerugian Negara Kasus Kuota Haji
• 10 jam laludetik.com
thumb
Lisa Blackpink Tampil bak Balerina untuk Koleksi Baju Activewear NikeSKIMS
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Video Klip Lagu Tu Tha To Sab Kuch Tha Bernuansa Alam Tradisional Bali, Bawa Pesan Kedamaian
• 3 jam laluintipseleb.com
thumb
IHSG Rontok, Permainan Atau Mekanisme Pasar?
• 23 jam laludetik.com
thumb
Dirut BEI Mundur, IHSG Bergolak Imbas Rilis MSCI: Apa Dampak ke Pasar Saham RI?
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.