Lowongan Gaji Ratusan Juta, Posisi Tukang Kayu dan Ledeng

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Stasiun Amundsen-Scott. (Dok: NASA Via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi Anda yang butuh suasana dan pekerjaan baru, mungkin bisa mempertimbangkan lowongan pekerjaan yang ditawarkan British Antartic Survey (BAS). Lembaga itu baru saja membuka sejumlah lowongan pekerjaan awal tahun untuk bekerja di stasiun penelitian di Antartika.

Salah satu yang dicari adalah posisi ilmuwan dan peneliti. Namun ada beberapa posisi lain yang juga masuk dalam pencarian.

Mengutip IFL Science, BAS mencari juga staf teknis dan kru pendukung. Termasuk posisi untuk tukang kayu, tukang ledeng, operator perahu, penyelam, hingga operator alat berat.


Informasi lowongan pekerja dan melamar posisi yang kosong bisa dilakukan langsung di laman resmi BAS. Lowongan itu akan tersedia hingga Maret mendatang.

Pilihan Redaksi
  • Gerhana Matahari Total dan Cincin Api Terjadi di 2026, Ini Tanggalnya
  • 360 Gempa Tidak Terdeteksi, 12 Juta Nyawa Manusia di Ujung Tanduk
  • Cincin Api Muncul di Langit Jelang Ramadan

Pertanyaan berikutnya adalah soal gaji. IFL Science mencatat pendapatan posisi-posisi itu dimulai dari 30.244 poundsterling atau Rp 697,5 jutaan.

Perlu dicatat juga, besaran gaji itu bersih dari segala macam pembayaran sewa atau biaya hidup. Karena seluruh biaya hidup pekerja ditanggung termasuk soal akomodasi, makanan, transportasi, pakaian khusus, peralatan dan pelatihan.

Hidup di Antartika memang mungkin tak pernah dibayangkan bagi banyak orang. Bukan hanya soal kondisi wilayah, namun jumlah populasi yang tak begitu banyak.

Antartika jadi satu-satunya benua di Bumi yang tidak memiliki penduduk asli. Di sana telah dijadikan tempat untuk komunitas seperti ilmuwan, teknisi hingga staf pendukung tinggal bergantian.

Populasinya hanya sekitar 5.000 jiwa saat puncaknya atau musim panas pada Oktober hingga Maret. Sementara saat musim dingin yang keras dan tanpa sinar Matahari (April-Oktober) jumlahnya menurun 1.000 jiwa.

Sementara itu, beberapa pendapat pekerja yang sudah lebih dulu bekerja di BAS. Misalnya kepala Stasiun Peneliti Halley VI, Dan McKenzie menceritakan pengalamannya bekerja dari posisinya sebagai tukang ledeng hingga sekarang.

"Saya beruntung bisa bekerja untuk BAS di beberapa tempat. Saya memulainya dengan menjadi tukang ledeng di Rothera dan sekarang menjabat sebagai Kepala Stasiun di Halley VI, tempat luar biasa yang penuh orang berbakat," jelasnya.

Sementara tukang kayu di Halley VI, Phill Coolman menyebutkan posisinya butuh kemampuan beradaptasi dan kerja tim. Keterampilan yang didapatkannya di benua Antartika akan dia bawa lagi ke dunianya nanti.

"Saya mendapatkan keterampilan di sini dan melakukan hal-hal yang tidak pernah dibayangkan akan mendapatkan kesempatannya," kata Coolman.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Registrasi SIM Card Diperketat, Bos Operator Selular Bilang Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pujian Dedi Mulyadi untuk Pemuda yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Jadi Relawan Cisarua, Kini Beri Hadiah Rp 5 Juta
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Gejolak MSCI Bayangi Pasar, Risiko Outflow Masih Mengintai
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Makin Panas! Negara Uni Eropa Labeli Garda Revolusi Iran Sebagai Organisasi Teroris
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi Volatile Food di Kisaran 3-5 Persen
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Risiko Fatal Penyalahgunaan Whip Pink: Gangguan Saraf Hingga Bekuan Darah
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.