Grid.ID - Dedi Mulyadi beri pujian untuk pemuda yang rela tinggalkan pekerjaan demi jadi relawan Cisarua. Gubernur Jabar kini beri hadiah Rp 5 juta.
Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pujian khusus kepada Iwan, seorang pemuda asal Desa Cipada yang rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pencari rumput demi membantu evakuasi korban.
Terbaru, pujian Dedi Mulyadi untuk pemuda yang rela tinggalkan pekerjaan demi jadi relawan Cisarua. Gubernur Jabar kini beri hadiah Rp 5 juta.
Ada momen yang menyita perhatian saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan peninjauan ke lokasi bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pada kesempatan itu, Dedi datang langsung ke area terdampak untuk melihat proses pencarian korban yang telah berlangsung selama empat hari.
Ia juga sempat berdialog dengan petugas BPBD dan aparat kepolisian terkait teknis evakuasi warga, serta membahas analisis penyebab kerusakan lingkungan akibat alih fungsi kawasan hutan. Di lokasi tersebut, Dedi Mulyadi bertemu dengan sejumlah pemuda desa yang turun langsung menjadi relawan kemanusiaan dalam upaya pencarian korban yang tertimbun longsor.
Salah satu pemuda yang ditemuinya adalah Iwan (20), warga Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Meski berasal dari desa yang berbeda, Iwan ikut tergerak membantu pencarian korban karena rasa empati yang besar.
Ia bahkan mengaku rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pencari rumput demi menjadi relawan. Padahal, dari pekerjaan itu, Iwan biasanya memperoleh penghasilan sekitar Rp60 ribu per hari untuk membantu mencukupi kebutuhan ibunya.
Sebaliknya, selama menjadi relawan, ia tidak mendapatkan penghasilan sama sekali. Selama empat hari terlibat dalam proses pencarian, Iwan bersama rekan-rekannya mengaku telah menemukan empat jenazah anggota TNI yang turut menjadi korban longsor Cisarua.
Mendengar pengakuan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan pujian kepada Iwan dan para pemuda desa lainnya atas dedikasi mereka. Ia pun secara khusus memberikan apresiasi kepada Iwan yang rela meninggalkan pekerjaannya demi menjadi relawan kemanusiaan.
Sebagai bentuk penghargaan, Gubernur Jawa Barat itu memberikan bantuan modal usaha berupa uang tunai sebesar Rp5 juta agar Iwan dapat membeli domba pilihannya.
Awalnya, Dedi Mulyadi menawarkan hadiah berupa domba betina agar bisa diternakkan dan memberikan keuntungan jangka panjang bagi Iwan. Namun, Iwan yang merupakan lulusan SD itu tetap memilih domba jantan karena ingin menjadikannya sebagai domba aduan.
"Mending domba betina dua, kawinkan dengan domba jantan agar bisa mengadung dan diternak," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Tribunjabar.id dari tayangan Youtube Kang Dedi Mulyadi.
Selain itu, kegiatan sosial Dedi Mulyadi di lokasi bencana longsor Cisarua ditutup dengan aksi memborong dagangan para pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat setempat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui para korban longsor di lokasi pengungsian usai turut terlibat dalam proses evakuasi warga yang tertimbun di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga (KK) kepada para korban bencana longsor. Tak hanya itu, ia juga membawa sekitar seribu kotak nasi untuk para pengungsi.
“Nanti (ada bantuan) Rp10 juta per kepala keluarga ya, pakai untuk ngontrak dulu di mana terserah,” ujar Dedi, dikutip dari TribunJabar.id.
Dedi mengatakan para pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis apabila terlalu lama berada di posko pengungsian.
“Kalau di sini tambah stres jadi penyakit,” katanya.
Dedi kemudian menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, agar segera menyiapkan alokasi anggaran tersebut.
Bantuan itu diharapkan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para korban. Dengan demikian, pemerintah bisa lebih memusatkan perhatian pada proses pencarian warga yang masih tertimbun material longsor serta upaya pemulihan pascabencana.
“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” ujar Dedi. (*)
Artikel Asli




