Bisnis.com, JAKARTA — Data yang dihimpun BloombergNEF mengungkap bahwa penghimpunan dana untuk transisi energi dari sektor swasta mencapai US$230 miliar atau sekitar Rp3.859 triliun dalam sedekade terakhir. Dana ini menjadi sumber pembiayaan penting bagi proyek energi hijau dan terbarukan yang terus berkembang.
Namun, sebagian besar modal tersebut belum tersalurkan. Sekitar US$92 miliar masih belum diinvestasikan, kata Ryan Loughead, senior associate BNEF di London.
“Ini adalah kantong dana yang terus bertambah dan jumlahnya tidak kecil,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/1/2026).
Sejumlah manajer aset seperti Brookfield Asset Management, Blackstone Inc., BlackRock Inc., dan Copenhagen Infrastructure Partners menilai kenaikan permintaan energi serta membaiknya keekonomian energi terbarukan akan terus mendorong investasi. Dalam laporan yang diterbitkan Kamis, BNEF menyebut dana-dana ini mulai menjadi sumber modal yang signifikan bagi transisi energi.
Meski demikian, kebutuhan pendanaan global masih jauh dari memadai untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim. BNEF memperkirakan kebutuhan belanja tahunan untuk memastikan ekonomi global tetap dalam jalur menuju emisi nol menembus US$5,2 triliun.
Di sisi lain, realisasi investasi di transportasi listrik, energi terbarukan, jaringan listrik, dan bisnis hijau lainnya mencapai rekor US$2,3 triliun pada tahun lalu. Meski demikian, angka ini masih jauh di bawah kebutuhan ideal.
Baca Juga
- Nasib Emiten Energi Hijau saat IHSG Merah karena MSCI
- Investasi Transisi Energi Sentuh Rekor Rp38.410 Triliun Tahun Lalu
- Ketimpangan Investasi: Dana Perusak Lingkungan 30 Kali Lebih Besar dari Solusi Alam
Berdasarkan data yang tersedia, BNEF memperkirakan median internal rate of return (IRR) dana transisi energi berkisar antara 7% hingga lebih dari 20% per tahun pada periode 2015–2022, meski periode pengembalian modal bervariasi.
Pasar privat yang mencakup investasi pada aset yang tidak diperdagangkan di bursa juga memperlihatkan pertumbuhan. McKinsey & Co. memperkirakan aset kelolaan di pasar modal privat meningkat hampir 20 kali lipat menjadi sekitar US$22 triliun sepanjang 2000–2024.
Secara keseluruhan, pasar privat telah menghimpun US$2,7 triliun untuk berbagai jenis dana energi, termasuk bahan bakar fosil, dalam satu dekade terakhir, menurut BNEF.
Brookfield Asset Management tercatat melakukan sejumlah transaksi hijau besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembelian saham senilai 1,75 miliar poundsterling (US$2,4 miliar) di proyek ladang angin lepas pantai Inggris dari Orsted A/S. Manajer aset tersebut juga bermitra dengan Microsoft Corp. pada 2024 dalam kesepakatan pembelian energi bersih korporasi terbesar yang pernah diumumkan saat itu.




