AS Berpeluang Tarik Pasukan Federal dari Minneapolis

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Minneapolis

Tom Homan menawarkan deeskalasi operasi imigrasi jika pemerintah daerah bersedia menjalin kerja sama penegakan hukum

Pemerintah pusat Amerika Serikat memberikan sinyal akan mengurangi keberadaan pasukan federal di Minnesota. 

Langkah ini bergantung pada tingkat kerja sama pejabat lokal setelah insiden penembakan fatal dua warga negara AS yang memicu kemarahan publik secara nasional.

Dalam konferensi pers di Minneapolis, Border Tsar Gedung Putih, Tom Homan, menegaskan bahwa operasi penegakan hukum imigrasi tetap berlanjut. 

Namun, ia menekankan perlunya kolaborasi yang lebih praktis untuk menekan jumlah personel di lapangan.

"Kami tidak menyerah pada misi kami sama sekali. Kami hanya melakukannya dengan lebih cerdas," ujar Homan di hadapan awak media pada Kamis waktu setempat.

Pernyataan ini muncul menyusul gelombang protes besar akibat tewasnya Renee Good dan Alex Pretti. Kematian keduanya di tangan agen federal memicu kritik tajam dari para anggota parlemen dan tuntutan penarikan pasukan dari wilayah ibu kota negara bagian tersebut.

Ketegangan Pusat dan Daerah

Gubernur Minnesota, Tim Walz, dan Walikota Minneapolis, Jacob Frey, secara konsisten menuntut penarikan total seluruh agen federal. 

Saat ini, "Operasi Metro Surge" diperkirakan melibatkan sekitar 3.000 petugas dari berbagai instansi di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Di sisi lain, administrasi Donald Trump mengkritik keras kebijakan sanctuary city (kota perlindungan) di Minneapolis yang melarang pegawai kota membantu penegakan hukum imigrasi.

Homan menjelaskan bahwa perubahan taktik operasi akan bersifat lebih "terarah," meskipun ia tidak merinci teknis pelaksanaannya. "Presiden Trump ingin masalah ini selesai, dan saya akan menyelesaikannya," tegas Homan.

Lonjakan Angka Deportasi

Berdasarkan dokumen internal agensi yang diperoleh mitra BBC News, CBS News, tahun pertama masa jabatan Trump menandai rekor baru penegakan hukum imigrasi. Immigration and Customs Enforcement (ICE) tercatat telah melaksanakan lebih dari 480.000 deportasi.

Angka tersebut melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebanyak 410.000 pada tahun 2012 di bawah pemerintahan Barack Obama. Saat ini, DHS dilaporkan menahan lebih dari 75.000 orang di fasilitas detensi.

Dinamika Politik di Washington

Di tingkat legislatif, penanganan situasi di Minneapolis ini menjadi pertaruhan anggaran. Senat dari Partai Demokrat mengancam akan melakukan penutupan pemerintahan (government shutdown) jika paket pendanaan mencakup anggaran baru untuk DHS tanpa adanya batasan taktik lapangan.

Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, melontarkan kritik pedas terhadap tindakan ICE yang dinilainya melampaui batas hukum, termasuk penggeledahan tanpa surat perintah.

"Apa yang dilakukan ICE, di luar hukum, adalah premanisme yang didukung negara dan itu harus dihentikan," kata Schumer dalam pidatonya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jumlah pasti personel yang akan ditarik maupun jadwal deeskalasi tersebut. 

Walikota Jacob Frey menyatakan bahwa jumlah pasukan federal di kotanya mencapai 3.000 hingga 4.000 personel, jumlah yang jauh melampaui kekuatan kepolisian lokal yang hanya berjumlah 600 anggota.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua DPRD Sulsel Hadiri Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Nasib Kapolresta Sleman usai Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kini Dinonaktifkan
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Beredar Seruan Demo Jukir Surabaya, Paguyuban Sebut Hanya Ingin Klarifikasi ke Dishub
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Karismatik dan Disukai Banyak Orang
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Belajar dari India, Begini Keuntungan Demutualisasi BEI Bagi Pasar Modal RI
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.